Memalukan! Roy Suryo Mengarang Cerita Dapat Serangan Gaib Dari Solo

Published:

Roy Suryo mengarang cerita bahwa dia mendapat serangan gaib. Roy tidak menyebut secara spesifik siapa yang menyerangnya. Namun dia menyebut serangan tersebut datang dari Solo. Ya kita bisa paham lah yang datang dari Solo, hampir pasti adalah Jokowi dan keluarganya. Roy menyampaikan cerita itu dalam wawancara di Podcast SindoNews pada 29 Mei. Cuplikan dari wawancara itu kemudian menyebar melalui medsos seperti Tiktok.

Apakah Anda percaya cerita itu? Saya sih tidak. Tapi masalahnya cerita-cerita semacam ini lazim dilontarkan untuk mengacaukan cara berpikir masyarakat. Dan ada banyak orang yang mempercayainya. Padahal tidak ada cara untuk bisa memeriksa kebenarannya. Politik dan hukum adalah wilayah yang seharusnya dipahami sepenuhnya dengan rasional. Dengan akal waras, dengan akal sehat. Tapi ketika kemudian orang seperti Roy menggambarkan ini sebagai sesuatu yang supranatural, yang magis, yang gaib, semua jadi serba berantakan.

Dalam video itu, Roy mengatakan apa yang terjadi adalah sebuah tindakan yang barbar, tindakan yang jahat. Dan karena itu, dia melaporkannya juga ke Komnas HAM. Menurut Roy, dia dari kecil memang sudah hidup di seputaran kraton. Dan memang ada hal-hal yang tak bisa dijelaskan. Roy secara spesifik menyebut kata ‘glembuk Solo’. Tapi kemudian dia bilang, “Ya saya senyumin aja”. “Yang jahat tetap jahat,” ujarnya, “dan yang bathil tetap bathil”. “Insya Allah balik ke orang yang mengirim,” tambah Roy.

Roy tidak menyebut siapa yang mengirim serangan itu, walau dia menyebut kata Solo. Tapi kata Roy, menurut orang-orang, si pengirim sudah terlihat kok. “Yang makin kelihatan tremor,” ujarnya. Orang sekaliber Roy sebenarnya tak perlu menempuh jalan semacam ini. Roy seharusnya berdiskusi saja dengan mengemukakan alasan-alasan rasionalnya mengapa dia tetap percaya bahwa ijazah S1 Jokowi palsu. Posisi Roy memang sudah semakin lemah.

Hasil pemeriksaan Bareskrim Polri seharusnya sudah mematahkan tuduhan Roy yang tersebar selama ini. Apalagi pihak Universitas Gadjah Mada sendiri juga menyatakan, Jokowi memang lulus dari Fakultas Kehutanan di sana. Tapi kelihatannya, dia tetap tidak menerima kenyataan itu. Dia tetap berkeras bahwa ijazah tersebut palsu. Masalahnya dia tidak bisa menunjukkan kepada orang lain mengapa dia menganggap ijazah itu palsu. Apakah dia memang memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Jokowi memang pernah memalsukan ijazah tersebut? Apakah dia memang memiliki sumber yang menyatakan dia tahu bahwa pada 1985 lalu – atau 40 tahun yang lalu – memang ada upaya Jokowi untuk membuat ijazah palsu? Hampir pasti, Roy tidak punya bukti-bukti semacam itu.

Karena itulah dia nampaknya sekarang masuk ke dalam argument mistis yang memang tidak bisa dibuktikan kebenaran atau kesalahannya. Sayangnya wartawan Sindonews tidak cukup kritis untuk mempertanyakan jawaban Roy. Sebagai contoh, bisa saja Roy bercerita dia mendapat serangan gaib. Tapi paling wartawan bisa bertanya apa indikasi bahwa serangan tersebut memang dilakukan. Roy sama sekali tidak menyebut apa-apa untuk membuktikan bahwa dia memang mengalaminya. Akibatnya, ya masyarakat hanya disuguhi dengan dongeng tanpa fakta. Menyedihkan, tapi itulah yang terjadi. Ayo berpolitik dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img