Karena nggak pernah sholat, seorang gadis cantik yang semula berkulit putih berubah wajahnya menjadi hitam saat jenazahnya dimandikan. Bahkan ada yang bilang, waktu kafan mau dipakaikan, jenazahnya susah diluruskan. Cerita ini disampaikan seorang yang mengaku sebagai “ibu pemandi jenazah”. Identitasnya sendiri nggak jelas. Tapi dia nampak sebagai ibu yang sangat peduli dengan kondisi jenazah yang dimandikannya.
Apakah yang disampaikan adalah kisah nyata? Kita tidak bisa menjawabnya, karena dalam video itu tak ada tambahan bukti apapun untuk memverifikasi kebenarannya. Masalahnya, kisah semacam ini bisa membuat orang langsung percaya. Ini bukan dakwah. Ini horor rohani. Dan coba pikir: kalau umat Islam yang nggak sholat aja katanya bisa “hitam begini”… apalagi umat Kristen, umat Hindu, umat Buddha, yang memang nggak diwajibkan sholat? Apakah mereka juga otomatis masuk kategori “wajah jenazah hitam”? Bisa dibilang, ini adalah narasi yang bukan hanya ngawur, tapi juga membodohi warga.
Bahkan, tokoh Islam yang dikenal berpikiran terbuka Nurcholish Madjid alias Cak Nur, pernah juga dikait-kaitkan. Saat dia wafat, ada rumor beredar bahwa tubuhnya menghitam karena dianggap liberal dan tidak taat syariat. Lagi-lagi, tidak ada bukti. Tidak ada dokumentasi. Tidak ada saksi jelas. Tapi cerita tetap menyebar. Ini bukan dakwah, ini adalah cara menyebarkan kebencian dengan membungkusnya dalam “kisah hikmah.” Dan ini juga yang sering muncul di sinetron azab! Sinetron-sinetron yang dulu tayang tiap malam itu hobi banget bikin cerita orang berdosa yang meninggal dengan cara tragis. Ada yang yang masuk ke molen semen, ada yang jenazahnya dilempar petir, ada juga yang ditelan ular karena jadi rentenir.
Ini hiburan yang membungkus moralitas dengan ketakutan. Tapi sayangnya, banyak yang menelannya mentah-mentah. Padahal agama seharusnya tidak dibangun di atas rasa takut. Agama seharusnya dibangun atas dasar cinta, akal sehat, dan tanggung jawab. Kalau semua dosa dibalas langsung saat mati, lalu buat apa ada pengadilan akhirat? Lalu buat apa ada rahmat dan ampunan Tuhan?
Kita harus waspada dengan narasi seperti ini. Yang diperlukan sekarang adalah netizen yang kritis. Zaman sekarang yang dibutuhkan bukan cuma butuh iman, tapi juga nalar. Kalau semua orang percaya cerita seperti ini, maka dakwah Islam akan makin jauh dari akhlak dan logika. Kita harus berhenti menormalisasi cerita-cerita horor spiritual seperti ini. Nggak sholat bisa jadi memang dosa. Tapi dosa bukan berarti kita harus mengarang-ngarang cerita kematian yang menyeramkan.
Dan ingat, cerita-cerita seperti ini tidak bisa menggantikan dakwah yang santun, edukatif, dan berlandaskan ilmu. Agama bukan konten horror, apalagi jadi bahan menarik viewers buat akun-akun dakwah gelap. Jangan mudah percaya dengan kisah jenazah menghitam, kafan susah dipasang, atau bau busuk yang misterius. Kritis itu bukan berarti kurang iman. Justru karena kita beriman, kita harus selalu menggunakan akal sehat yang diciptakan Tuhan buat umat manusia. Jadi lain kali, kalau Anda dengar cerita semacam ini, langsunglah bertanya: ini dakwah, atau cuma sinetron yang nggak tayang di TV?


