Emang bener Ustadz Felix Siauw ngefans One Piece? Apa karena lagi viral kontroversi bendera One Piece, dia terus riding the wave? Jadi, beredar video tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu bareng temannya ngibarin bendera bajak laut One Piece di salah satu taman. Itu terlihat di postingan instagramnya pada 11 Agustus lalu.
Di caption, Felix bilang dia didatangin petugas dan diminta bendera itu diturunkan nggak sampe 30 menit setelah bendera itu dikibarin. Felix juga bilang petugas mendatanginya dengan baik-baik. Di video itu, Ustadz Felix nanya ke petugas yang mendatanginya. “Nah aku ngerti, pak. Makanya aku di sini nanya, yang nggak boleh siapa, pak? Enggak, yang nggak boleh siapa?” katanya.
Terus Felix cerita ke orang-orang di sekitar taman. Dia agak sebel bendera One Piece dipermasalahin. Dia cerita udah ngikutin One Piece dari zaman kuliah buat hiburannya. Dia bahkan sempet ngejelasin cerita anime itu. Felix juga jelasin kenapa orang-orang bisa ngibarin bendera One Piece.
“Sekarang aku mau nanya, korupsi masalah atau enggak? Yang bikin korupsi orang yang nonton One Piece atau enggak?” katanya agak kesal. “Kita disuruh ini, disuruh itu, tapi nggak dikasih tahu alasannya apa. Masalahnya apa sebenernya,” lanjutnya. Felix juga bilang di TV sempet ada yang ngomong ngibarin bendera One Piece itu artinya melawan pemerintah.
Soalnya di anime One Piece, Luffy, karakter utama, emang ngelawan Pemerintah Dunia (World Government) yang korup dan manipulatif. “Lalu aku mau ngomong, kalau andaikan kalian nggak berbuat salah, kenapa takut? Kenapa takut? Kenapa takut dengan bendera One Piece?” katanya.
Just info, menjelang 17 Agustus tahun ini, bendera One Piece lagi jadi ‘trending topic’. Itu karena bendera itu dikibarin di banyak daerah. Seolah banyak orang yang mendadak mengklaim fans One Piece. Tapi, lebih dari itu, bendera One Piece itu jadi simbol protes ke pemerintah Prabowo-Gibran.
Btw, One Piece itu salah satu anime yang cukup populer di Indonesia. One Piece bercerita tentang karakter utama bernama Monkey D. Luffy, pemuda yang pengen jadi Raja Bajak Laut. Dengan topi jeraminya yang khas, Luffy berlayar bareng timnya buat nyari harta legendaris “One Piece” peninggalan Gol D. Roger. Sepanjang pelayarannya, Luffy dan timnya sering berhadapan Pemerintah Dunia. Mereka ngejar dan menindas orang-orang yang dianggap ancaman, meskipun mereka berjuang buat keadilan.
Yang bikin menarik, Felix mengaku salah satu penggemarnya. Ini menarik karena Felix itu salah satu figur penting di HTI. Ormas politik itu dikethaui kritis sama budaya populer non-Islam. HTI sendiri punya kecenderungan anti budaya non-Islam. Apalagi yang datang dari ideologi yang dianggap bertentangan dengan syariat Islam.
Mereka sering anggap budaya pop dari Barat, Jepang, atau Korea itu cara buat menjauhkan umat dari Islam. Budaya pop yang dimaksud diantaranya anime, musik, film, fashion, dan gaya hidup. Budaya pop itu sering dianggap membawa nilai sekulerisme, kekerasan, sensualitas, atau fantasi yang bertentangan sama ajaran Islam.
Memang, dalam sejumlah podcast terlihat mengikuti One Piece, karakter-karakternya, dan jalan ceritanya. Tampak budaya pop inilah yang jadi jembatan Felix dan timnya buat menjangkau circle lain di kalangan anak-anak muda selain jemaahnya selama ini.
Semoga itu benar-benar cara Felix dan circlenya buat membuka diri dan makin ke tengah. Dengan begitu, pandangannya pro-khilafah dan anti demokrasi terkikis pada gilirannya. Yuk, Ustadz Felix, jadi sosok yang moderat!


