Anggota DPR RI, Eko Patrio, dihujat netizen. Pelawak itu dianggap nantangin dan ngeledek netizen melalui videonya. Jadi, Eko posting video di akun TikToknya pada 20 Agustus lalu. Dalam video tampak Eko dengan seragam Partai Amanat Nasional (PAN) tampil seperti seorang DJ.
Di videonya, beberapa orang dengan seragam serupa tampak joget di depannya. Captionnya: “Biar jogged nya lebih keren pakai sound ini aja.” Video itu langsung viral. Sejauh ini video itu udah ditonton lebih dari 1,4 juta kali.
Video itu direspons negatif. “Astaghfirullah, nantangin rakyat dia. Catat partainya PAN,” komen seorang netizen. “Emang bener bener artis/seleb ga punya empati sama sekali,” komen yang lain. “JUJUR SAKIT HATI GAK RAKYAT DI EJEK BEGINI ???” komen lainnya. “Oohh nantangin lu ? Mau jadi kyk bupati pati jilid 2 lu ko,” timpal yang lain. Anggapan sebagian netizen bahwa video Eko itu ngeledek dan nantangin rakyat bisa dipahami.
Sebelumnya, kelakuan anggota DPR RI jadi sorotan publik saat Sidang Tahunan MPR 15 Agustus lalu. Ketika itu, sebagian anggota DPR RI tampak berjoget gembira di sela-sela acara. Mereka tampak menikmati alunan Gemu Fa Mi Re yang diputar di ruang sidang.
Cukup banyak anggota DPR RI yang tertangkap kamera tengah berjoged. Di antaranya Eko bersama anggota DPR RI dari PAN lainnya. Juga anggota DPR lain fraksi lainnya. Bahkan, sejumlah media mengungkap kekayaan Sadarestuwati yang tampak sangat mencolok menikmati alunan Gemu Fa Mi Re. Anggota DPR RI dari PDIP itu dikatakan memiliki kekayaan Rp 38 miliar.
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, yang hadir juga dalam Sidang Tahunan itu tampak berbeda. Gibran justru bersikap sebaliknya. Gibran nggak ikut menikmati alunan Gemu Fa Mi Re. Ekspresi Gibran malah tampak dingin dan datar. Akun Instagram @fakta.indo memposting video detik-detik Gibran terdiam melihat keceriaan para anggota DPR RI pada 18 Agustus lalu. Captionnya, “Momen wapres terdiam menyaksikan anggota DPR tiba-tiba joget usai sidang”.
Melihat para wakil rakyat yang asyik berjoget itu, netizen di luar gedung merespons negatif. Netizen ngerasa para anggota DPR itu nggak peka sama kondisi rakyat yang diwakili. Apalagi diberitakan pemasukan anggota DPR dinaikin. Pemasukan mereka rata-rata tembus Rp100 juta lebih per bulan. Itu artinya, dalam satu hari pemasukkan mereka mencapai Rp3 juta.
Pemasukkan para anggota DPR RI itu lalu dibandingin sama UMR Jakarta yang cuma sekitar Rp5,3 juta. Itu artinya, pemasukan sebulan anggota DPR sama dengan hampir 20 kali lipat UMR Jakarta. Dengan pemasukan segede itu, harusnya mereka bekerja serius buat rakyat. Tapi faktanya, kasus korupsi DPR nggak ada habisnya. Dari proyek infrastruktur, bansos, sampe kasus gede yang ngerugiin negara triliunan rupiah.
Netizen marah bukan tanpa dasar. Harga kebutuhan pokok naik dan rakyat lagi susah. Tapi sebagian anggota DPR malah heboh joget-joget.
Sayangnya, bukannya belajar dari kritik itu, Eko malah milih ngeledek netizen. Sikap ini nunjukkin dia rendah banget kepekaannya. Padahal, kritik publik itu kontrol demokrasi yang harusnya dihormati, bukan malah diolok-olok. Hati-hati Pak Eko sama suara netizen. The power of netizen itu real. Yuk, jadi wakil rakyat yang peka!


