Miris! Indonesia Negara Paling Religius Tapi Juara Selingkuh se-Asia?!

Published:

Hmm…dengernya miris banget deh. Masa, Indonesia menjadi salah satu negara dengan perselingkuhan tertinggi se-Asia. Bukan peringkat pertama sih, tapi kedua, di bawah Thailand. Hasil ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh aplikasi Just Dating pada tahun 2023. Thailand menempati peringkat pertama dengan hasil 50 persen responden mengaku pernah selingkuh dari pasangannya. Sementara Indonesia di peringkat kedua dengan 40 persen responden mengaku pernah selingkuh. Di posisi ketiga ditempati Singapura dan Taiwan dengan jumlah responden yang mengaku selingkuh sebesar 30 persen. Sementara, peringkat empat ditempati oleh Malaysia dengan 30 persen responden mengaku pernah selingkuh.

Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa perempuan di Indonesia lebih banyak yang melakukan perselingkuhan dibandingkan lelaki. Walaupun memang ada perbedaan cara pandang antara laki-laki dan perempuan dalam mendefinisikan apa itu selingkuh. Bagi perempuan, sekadar saling berkenalan dengan lawan jenis dan sudah saling tukar pesan, sudah dianggap melakukan selingkuh. Sementara bagi laki-laki, yang dimaksud selingkuh kalau sudah berani pergi berdua ke manapun dengan lawan jenis. Survei juga mencatat bahwa 60 persen laki-laki Indonesia tidak mentoleransi pengkhianatan dalam hubungan. Banyak dari mereka memilih mengakhiri hubungan atau bahkan membalas dengan tindakan serupa.

Hasil survei ini tentu mengejutkan. Kok bisa-bisanya, Indonesia, yang dikenal sebagai negara paling religius tapi tingkat perselingkuhannya tinggi? Seriusan, ini kontradiksi banget sih. Btw, Indonesia sebagai negara paling religius bukan sekedar anggapan ya. Tapi berdasarkan survei yang dilakuin oleh Pew Research Center di 102 negara. Judul surveinya tentang komitmen beragama warga negara di setiap negara. Survei dilakukan pada Juni – September 2022 dan dirilis pada 2023. Hasilnya menempatkan Indonesia sebagai negara paling religius, dengan 95 persen responden mengaku selalu beribadah dan berdoa setiap hari.

Tapi ternyata, tingkat religius yang tinggi tidak tidak berbanding lurus dengan perilakunya terkait dengan kesetiaan kepada pasangan. Religius, tapi kok suka berselingkuh. Ini paradoks banget! Mestinya kan, kalau religius, dia juga memelihara nilai-nilai kesetiaan kepada pasangannya. Karena selingkuh kan jelas-jelas dilarang oleh agama. Hmm… kalau kayak begini, berarti kan ada yang salah dengan cara kita menghayati agama. Kita cuma religius di permukaan aja. Rajin ibadah, rajin ke tempat ibadah, tapi nggak sampai ke hati dan perilaku sehari-hari. Padahal esensi dari beragama kan bukan cuma ritual, tapi juga akhlak dan moral kita.

Kita harus malu kepada warga negara tetangga kita. Mereka tingkat religiusitasnya rendah, tapi kesetiaannya pada pasangan lebih tinggi dari kita. Singapura yang tingkat religiusitasnya di bawah kita, tingkat perselingkuhannya lebih rendah dari kita, Cuma 30 persen. Malaysia lebih rendah lagi, Cuma 20 persen. Setia dalam pernikahan adalah fondasi keluarga yang kuat. Dan keluarga yang kuat adalah fondasi masyarakat yang kuat. Saatnya kita untuk mau intropeksi untuk menjadi manusia yang lebih baik. Yukkk untuk selalu setia pada pasangan kita!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img