JEJAK DIGITAL ANAK MENKEU BARU DIBONGKAR NETIZEN

Published:

Anak Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, rada-rada ya. Dia tampak sombong dan nir-empati. Itu terlihat dari jejak digitalnya yang dibongkar netizen. Btw, anak menkeu baru itu bernama Yudo Achilles Sadewa. Umurnya baru sekitar 19 tahun. Jejak digital pertama dibongkar setelah bapaknya dikabarkan ditunjuk jadi menkeu menggantikan Sri Mulyani.

Di story Instagramnya dia tulis begini. “Alhamdulillah ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar jadi menteri.” Story-nya itu viral dan bikin netizen sewot karena menyindir Sri Mulyani yang citranya positif di mata publik. Anak menkeu baru sampe nutup akun Instagram-nya gara-gara dihujat habis-habisan.

Belakangan, dia bikin video klarifikasi di TikTok. Dia minta maaf dan bilang story-nya itu cuma bercandaan ke temen-temennya. Jejak digital lain anak menkeu baru itu yang dibongkar netizen adalah video di akun Instagramnya @feedgramindo pada 10 September lalu. Di video itu, Yudo lagi bahas “ciri-ciri orang miskin” versinya. Yaitu, crepe mentality, munafik, rasis, dan mental ngemis.

Nah, yang disorot netizen adalah poin rasis yang disampaikannya. Dia terkesan merendahin orang miskin sekaligus pamer kartu BCA Prioritas miliknya. “Lo, kalo dateng ke kantornya, lo nggak peduli orang tuh kulit lo ungu kek, hitam kek, matanya melotot, sipit. Nggak peduli mereka,” katanya sambil pamer kartu BCA Prioritas. “Mereka peduli ya hanya pelayanan,” katanya lagi. FYI, yang bisa jadi nasabah BCA Prioritas tuh, kalo punya saldo/investasi minimal Rp 500 juta sampai Rp1 miliar. Jadi, kalau ada orang pegang kartu itu, ya udah pasti duitnya ratusan juta sampai miliaran.

Masalahnya, baru berumur sekitar 19 tahun udah punya duit sebanyak itu. Duit dari mana? Hasil bisnisnya atau dikasih bapaknya? Jejak digitalnya yang lain dibongkar akun Tiktok @suararakyat534 pada 10 September lalu. Nampak dalam video, anak menkeu baru itu menyebut rakyat Indonesia miskin dan banyak protes. “Gua sangat setuju dengan program TAPERA (Tabungan Perumahan Rakyat) ini,” katanya dalam video itu. “Kenapa? Ya lo tau lah, bisa gotong royong. Eh, enggak guys. Karena masyarakatnya udah miskin, banyak protes, terus pingin cepet kaya…,” lanjutnya.

Gara-gara jejak digital anaknya dibongkar, menkeu baru dirujak netizen. “Ngurus anak aja hasilnya kaya gini apa iya ngurus keuangan negara sanggup?” komen seorang netizen. “Anaknya kok problematik gini sih,” komen yang lain. “Anak itu ya, bener-bener cerminan org tua. kalau anaknya begini, berarti…,” komen yang lain.

Info terbaru, Menkeu Purbaya ngelarang anak menggunakan media sosial. “Dia nggak ngerti, masih kecil. Saya udah larang, udah nggak main Instagram lagi,” katanya. “Anak kecil, nggak ngerti apa-apa,” tambahnya. Kelakuan anak menkeu yang memang problematik. Tapi melarang anaknya menggunakan media sosial juga bermasalah. Publik nggak bakal julid kok kalo postingan anak pejabat publik nggak problematik. Kalo dia menggunakan media sosial buat kampanye sesuatu yang positif, publik pasti bakal merespons positif. Jadi, tergantung konten atau pesan apa yang mau disampaikan si anak pejabat publik.

Dalam politik, publik sering menilai kinerja pejabat publik dengan kelakuan keluarganya, terutama pasangan dan anaknya. Publik nggak otomatis percaya reputasi sederhana yang dibangun pejabat publik kalau pasangan dan anaknya sering flexing barang atau gaya hidup mewah. Karena itu, Menkeu Purbaya harus sadar bahwa gerak-gerik dirinya dan keluarganya akan terus diawasi. Dia dan keluarganya nggak perlu juga memoles citra tertentu. Cukup be genuine dalam arti positif. Sebagai pejabat publik, Menkeu Purbaya punya tanggung jawab moral kasih contoh yang baik, termasuk istri dan anaknya. Yuk, jadi pejabat publik yang bisa diteladani!

KATEGORI: PENCERAHAN

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img