Pak Jokowi memang politisi ulung ya! Dia seperti grandmaster catur yang tahu persis kapan harus menggerakkan pion, kuda, atau bidak lainnya. Dengan gaya santainya, setiap langkah bisa bikin lawan terkunci bahkan skakmat. Contoh paling jelas ya soal tuduhan “ijazah palsu” yang diarahkan ke Jokowi. Tuduhan yang awalnya dirancang untuk menjatuhkan, justru berbalik arah. Jokowi malah berhasil memanfaatkan isu ini buat memperkuat posisinya. Serangan itu balik jadi bumerang bagi pihak yang menyerang. Akhirnya, mereka sendiri yang terjebak dengan strategi yang mereka buat.
Dari sini kelihatan jelas kehebatan Jokowi. Pertama, Jokowi memilih diam. Dia nggak buru-buru merespons tuduhan itu, justru membiarkan isu bergulir. Sambil begitu, dia mengamati arah serangan dan siapa aja yang bermain di baliknya. Ketika isu makin liar, simpati publik malah datang. Jokowi sendiri nggak sibuk membantah. Pembelaan justru muncul dari banyak pihak. Mulai dari pendukung, teman, sampai kampus UGM turun tangan nunjukin dokumen resmi. Mereka yang akhirnya membuktikan kalau tuduhan itu salah. Publik pun melihat isu ini sebagai fitnah yang nggak masuk akal.
Kedua, Jokowi biarin hukum jalan. Setelah isu makin liar, dia mulai memainkan langkah caturnya. Dia melaporkan pihak-pihak yang terus menggiring tuduhan dan fitnah itu. Nama-nama kayak Roy Suryo, Rismon Sianipar, sampai dokter Tifa ikut terseret. Serangan yang tadinya diarahkan ke Jokowi, malah balik ke penyerangnya sendiri. Salah satunya Zaenal Mustofa, salah satu tim hukum TIPU UGM. Dia akhirnya jadi tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen karena diduga pakai identitas mahasiswa lain buat kuliah hukum.
Soal fitnah ini, Pengadilan sebenarnya sudah resmi menolak tuduhan “ijazah palsu” itu. Karena fakta- fakta hukum juga sudah jelas. Pihak UGM juga sudah tegas bilang kalau Jokowi memang kuliah dan lulus di sana. Mereka punya data dan bukti yang lengkap. Ditambah lagi, Bareskrim juga sudah uji forensik dan hasilnya ijazah Jokowi asli. Tapi ya begitu, pembenci tetap nggak berhenti. FYI ya, tuduhan ijazah palsu ini udah dimainkan bertahun-tahun. Tercatat, ada tiga gugatan yang semuanya dimenangkan pihak Jokowi. Bahkan dua orang, Bambang Tri dan Gus Nur, sudah dihukum.
Dan lawan-lawan Jokowi seolah nggak akan puas kalau belum menyerang dia dan keluarganya. Sekarang tuduhan itu juga ikut diarahkan ke Gibran, anaknya. Pertanyaannya, kenapa Jokowi terus jadi sasaran? Karena dia figur sentral di politik Indonesia. Dua periode menjabat presiden, dia berhasil membangun banyak hal. Dari infrastruktur besar sampai reformasi birokrasi. Bahkan setelah masa jabatannya selesai, Jokowi tetap bisa memastikan transisi kepemimpinan berjalan aman. Dan buat lawan politik, ini jelas dianggap sebagai ancaman.
Karena itu, mereka terus melakukan serangan ke Jokowi, salah satunya tuduhan “ijazah palsu.” Isu ini terus digoreng buat jatuhin Jokowi. Mereka gencar bangun narasi di media sosial. Harapannya, publik percaya Jokowi itu orang jahat yang cuma mikirin keluarganya. Untungnya, serangan gagal total, dan jadi bumerang. Pak Jokowi keren ya!


