Guru Ini Rekam Atap Sekolah yang Roboh, Tapi Berujung Video Permintaan Maaf, Ada Apa?

Published:

Gimana ceritanya guru yang cuma nunjukkin plafon sekolah ambruk malah berujung minta maaf? Pertanyaan itu langsung rame setelah video dari SDN 156 Kalukubodo, Bulukumba, Sulawesi Selatan, beredar di media sosial. Di video pertama, seorang guru bernama Ahmad Firman DM merekam kondisi ruang kelas yang atapnya benar-benar runtuh. Terlihat ada potongan seng dan lembaran kalsiboard berserakan di lantai. “Sekolah sudah runtuh di SDN 156 Kalukubodo. Hampir menimpa siswa”, ucap Firman dengan napas berat. “Injo tu ri kabupaten, tolong sai. Pakabajikang sikolaku (perbaiki sekolahku)”, lanjutnya.

Tapi setelah videonya viral, muncul video kedua. Kali ini Firman tampil dengan nada berbeda. Dia menyatakan sangat menyesal, meminta maaf ke semua pihak, bahkan bilang siap menerima sanksi dan menegaskan bahwa klarifikasi itu dibuat tanpa tekanan. “Saya sangat menyesal atas tindakan yang saya lakukan. Saya mohon maaf kepada semua pihak,” ucap Firman. Video permintaan maaf Firman itu membuat netizen curiga. Banyak yang ngerasa ekspresinya kaku, seperti lagi baca teks, dan suasana videonya nggak natural.

Setelah ditelusuri, Firman memang dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulukumba untuk klarifikasi. Kepala Disdikbud, Andi Buyung Saputra, bilang bahwa video pertama itu mengandung disinformasi, dan menurut dia permintaan maaf Firman murni inisiatif pribadi. Dia juga jelasin, ruang kelas yang direkam itu sebenarnya sudah tidak dipakai sejak setahun lalu karena sangat berbahaya. “Bisa dilihat di video, tidak ada bangku di dalam,” katanya.

Tapi justru di sini letak kebingungan publik. Di satu sisi, dinas mengakui kondisi ruangannya memang rusak berat. Di sisi lain, mereka menilai ucapan “hampir menimpa siswa” sebagai pernyataan berbahaya. Padahal, dalam situasi panik dan kondisi plafon benar-benar ambruk, wajar jika seorang guru merasa khawatir murid-muridnya dalam bahaya. Pertanyaannya sederhana: salahkah seorang guru cemas soal keselamatan anak didiknya?

Fakta lain yang bikin kasus ini makin terasa getir adalah bahwa gedung SDN 156 Kalukubodo sebenarnya sudah pernah diusulkan untuk revitalisasi sejak tahun lalu. Tapi proposalnya belum lolos karena masalah administrasi, plus jumlah murid mereka yang cuma 55, kurang dari syarat minimal 60 untuk dapat Dana Alokasi Khusus (DAK). Jadi kerusakan yang terlihat di video itu bukan sesuatu yang tiba-tiba; itu hasil dari masalah infrastruktur yang berlangsung lama.

Apa yang dilakukan Firman adalah hal paling penting yang memang seharusnya dilakukan semua guru. Dia berani mengambil insiatif untuk menunjukkan kondisi nyata sekolahnya. Ini bentuk kontrol sosial yang sangat wajar. Guru memang punya tanggung jawab moral untuk speak up kalau ada potensi bahaya. Dan dalam konteks Indonesia hari ini, kita semua tahu satu hal: no viral, no justice. Kalau dia gak merekam, mungkin suara tentang sekolah ambruk ini tidak pernah terdengar.

Kabarnya, ruang sekolah yang rusak di SDN 156 Kalukubodo itu bakal direvitalisasi tahun 2026. Kami di Gerakan PIS melihat permintaan maaf Firman sebagai tanda betapa sulitnya posisi tenaga pendidik di lapangan. Mereka dituntut menjaga loyalitas, tapi belum tentu mendapat ruang aman untuk bicara jujur. Kami membela Firman karena apa yang dia lakukan adalah hal yang paling sederhana sekaligus paling penting: memastikan keselamatan siswa.

Tidak boleh ada guru yang dipermalukan hanya karena menunjukkan kondisi sekolah yang rusak. Yang seharusnya diperbaiki bukan keberanian gurunya, tapi sistem yang bikin sekolah rapuh, suara guru tidak didengar, dan keselamatan murid jadi nomor dua. Dan terakhir, kami berharap otoritas terkait fokus pada solusi. Kalau ada aturan yang menghambat, permudah. Kalau ada sekolah yang rawan, prioritaskan. Karena keselamatan anak-anak Indonesia bukan sesuatu yang boleh menunggu, apalagi hanya karena faktor jumlah siswa dan sistem yang berbelit.

Yuk kita kawal terus sampai revitalisasi itu benar-benar dikerjakan. Jangan sampai isu ini cuma rame sesaat, lalu sekolahnya tetap nggak tersentuh perbaikan.

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img