ANEH! SEKELOMPOK MUSLIM DZIKIR DENGAN KERAS DI CANDI PRAMBANAN

Published:

Beredar video sekelompok orang melakukan dzikir dan doa bersama di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Anda nggak salah denger, dzikir di Candi. Bukan dzikir pelan atau dalam hati, tapi pakai suara keras. Momen ini bisa dilihat di akun instagram @permadiaktivis2, 29 Desember lalu. Dalam video tersebut terlihat sekitar 11–12 orang duduk berjajar di pelataran Candi Prambanan.

Lokasinya berada di area utara Candi Siwa, bagian dari kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Mereka melantunkan dzikir dan doa dengan suara lantang di area terbuka.

Permadi, yang mengunggah video itu, mempertanyakan keras aksi tersebut. “Ngapain coba dzikir di candi punya umat Hindu?” katanya. Dia juga bilang, nggak ada yang ngelarang kok dzikir baca “la ilaha illallah” di candi ataupun di gereja, selama bacanya dalam hati. “Tapi ini sambil teriak-teriak. itu loh yang jadi masalah” kata Permadi. “Kan jadi ganggu wisatawan yang lagi liburan di situ. Aduh, kenapa sih suka banget gangguin orang?” tambahnya. Permadi juga nyindir, emang kalau candi di dzikirin, candinya bakal jadi mualaf?

Permadi juga membuat perumpamaan. Kalau umat Kristen bawa gitar, nyanyi lagu rohani, muji Yesus di dalam masjid, kira-kira gimana perasaan umat Islam? Pasti nggak nyaman, kan? Netizen pun ramai-ramai berkomentar. “Dah ga betah di tempat ibadah sendiri.. kayaknya.” tulis seorang netizen. “Padahal gak ada yg melarang ijin pembangunan mesjid gak ada yg ngusir ibadah eh pindah ke tempatnya orang hindu” tulis netizen lain. “Hidupnya ga tenang ya klo ga gangguin umat lain. Ga damai. Ga bisa tidur klo ngeliat umat agama lain bahagia” tulis yang lain.

Tak lama setelah kejadian, petugas keamanan dan Polisi Khusus (Polsus) BPK Wilayah X langsung menegur rombongan tersebut. Teguran dilakukan karena aktivitas itu melanggar aturan kawasan cagar budaya. Area Candi Siwa termasuk zona inti, yang harus dijaga struktur dan nilai historisnya. Aktivitas ritual agama lain tidak diperbolehkan di zona tersebut.

PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola kawasan Prambanan pun menyampaikan permohonan maaf resmi kepada publik. Pihak pengelola mengakui adanya ketidaknyamanan akibat viralnya video tersebut. Terlepas dari itu semua, aksi dzikir keras di Candi Prambanan jelas tidak pantas. Candi Prambanan adalah situs bersejarah dan ruang sakral umat Hindu, bukan tempat ibadah umum.

Secara historis, Prambanan dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa, juga Brahma dan Wisnu (Trimurti). Saat ini fungsinya telah berubah. Prambanan adalah cagar budaya, objek wisata, dan situs warisan dunia UNESCO. Ibadah masih bisa dilakukan, tapi hanya oleh umat Hindu, pada waktu tertentu, dengan izin dan aturan ketat. Jadi jelas, ini bukan ruang ibadah lintas agama.

Nah, kan udah jelas nih sejarahnya, ilmuini juga ada kok di pelajaran sejarah semasa sekolah. Terus tujuannya dzikir keras-keras di Candi tuh ngapain, abang-abang? Secara etika publik saja, aksi ini sudah keliru. Wisatawan datang untuk belajar sejarah, menikmati budaya, dan menghormati warisan leluhur. Bukan untuk mendengar ritual agama lain yang dilakukan dengan suara mencolok.

Beribadah itu hak setiap orang. Tapi tempat dan caranya juga harus tahu batas. Menghormati keyakinan orang lain justru bagian dari nilai agama itu sendiri. Kalau batas ini diabaikan, yang muncul bukan toleransi, tapi ketidakpekaan. Dan ketidakpekaan itu rawan memicu konflik. Yuk beragama dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img