Komika Pandji Pragiwaksono bilang Presiden Prabowo mungkin benar akan terjadi perang global. Padahal dulu, Pandji termasuk yang mengkritik kebijakan Prabowo, terutama soal beli jet baru, senjata baru, dan modernisasi alutsista. Hal ini dia sampaikan dalam podcast di kanal YouTube BigThinkers ID, 14 Juli 2025. Cuplikannya diunggah ulang sama akun TikTok @tminfo08 tanggal 4 Maret dan langsung viral lagi.
Di podcast itu, Pandji ditanya sama host: “Melihat perang sekarang di mana-mana, bagaimana Anda melihat Indonesia 3 sampai 5 tahun ke depan?” Pandji jawab, dia nggak percaya dia ngomong ini, tapi Pak Prabowo mungkin benar. Menurut dia, Prabowo dari dulu udah ngomong bakal ada potensi perang dunia. “Makanya beli senjata, inget nggak?” kata Pandji. Waktu masih jadi Menteri Pertahanan, Prabowo memang aktif banget belanja alutsista buat modernisasi TNI yang banyak dinilai udah usang sejak krisis 1998.
Pandji ngaku, dulu dia juga ikut ngkritik. “Ngapain kita beli jet baru? Senjata Baru? Ngapain? Dulu dikritik, oleh gua juga termasuk” katanya. Salah satu kebijakan yang disebut Pandji juga adalah dorongan soal food estate dan program makan bergizi gratis. Menurut dia, semua itu kayak bagian dari persiapan kalau Indonesia sampai terputus dari rantai pasok global. Dia juga bilang semua ini dilakukan oleh Pak Prabowo biar kalau nanti kita terputus dari dunia ini, kita masih aman. Makanan punya, duit punya, untuk berputaran dalam segala macam, kita aman. Di titik itu, Pandji bilang, “I could be wrong.” Artinya dia cukup terbuka buat mengakui mungkin dulu penilaiannya kurang tepat.
FYI, sejak dilantik jadi Menteri Pertahanan tahun 2019, Prabowo memang mulai aktif teken kontrak pembelian alutsista. Periode 2021–2023 ada kontrak besar, termasuk pembelian 42 jet tempur Dassault Rafale, rencana F-15EX, pesawat angkut Airbus A400M Atlas, sampai sempat ada rencana Mirage 2000-5 bekas. Kebijakan ini dulu sempat dikritik karena dianggap mahal, berpotensi nambah beban anggaran, bahkan pembelian alutsista bekas juga dipertanyakan. Isu ini juga sempat panas waktu Pilpres 2024, soal prioritas anggaran dan urgensinya.
Tapi kalau lihat situasi global sekarang, ketegangan di berbagai kawasan, konflik yang makin nggak ketebak, orang jadi mikir ulang. Apalagi setelah muncul ketegangan dan saling serang antara AS-Israel dan Iran, kita jadi makin sadar kalau kondisi global memang nggak bisa ditebak. Dunia lagi nggak stabil. Konflik bisa meledak kapan aja dan efeknya bisa ke mana-mana, termasuk ke kawasan Asia Tenggara. Indonesia mungkin nggak terlibat langsung, tapi imbas ekonomi, energi, sampai keamanan tetap bisa kena. Dari situ, banyak yang mulai paham kenapa Pak Prabowo sejak awal dorong penguatan pertahanan dan modernisasi alutsista. Kekhawatiran soal geopolitik ternyata nggak sepenuhnya lebay.
Netizen pun ramai-ramai berkomentar. “Ternyata prabowo terlalu visioner buat orang indonesia” tulis seorang netizen. “Program pemerintah itu bagus, sayangnya bawahan presiden tidak semuanya amanah” tulis netizen lain. “”Untuk apa kita beli alutsista kalau tidak perang?” LIAT NOH DUNIA MAIN RUDAL-RUDALAN” tulis yang lain.
Apa yang disampaikan Pandji ini patut diapresiasi juga. Terlepas beda pilihan politik, dia berani bilang mungkin dirinya salah. Itu nggak semua orang bisa. Intinya, penguatan pertahanan bukan berarti mau perang. Justru tujuannya biar siap kalau situasi makin nggak jelas, sekaligus jaga kedaulatan dan posisi diplomasi Indonesia di tengah dunia yang makin kompleks. Dunia memang lagi nggak baik-baik saja. Dan dalam kondisi kayak gini, langkah memperkuat pertahanan jadi terasa lebih masuk akal. Yuk dukung terus Presiden Prabowo untuk memajukan dan mempertahankan Indonesia!


