Cindy Florencine : Lagi! Striker Real Madrid Jadi Korban Rasisme

Published:

Jakarta, PIS – Striker Real Madrid asal Brazil, Vinicius Junior alias Vini lagi-lagi mendapat serangan rasial. Kali ini yang melakukannya para pendukung Valencia saat klub mereka bertanding melawan Real Madrid pada 21 Mei lalu di stadion Mastalla, kandang Valencia.

 Para supporter Valencia berkali-kali meneriakkan “mono” ke arah Vini, yang artinya monyet dan teriakan “mati saja”. Teriakan rasis itu salah satunya terdengar saat Vini dikartu merah akibat berselisih dengan Hugo Duro, pemain Valencia.

 Serangan rasial ini bukan pertama kali menimpa Vini pada partai tandang La Liga. Ini adalah serangan rasis ke sepuluh yang menimpa striker asal Brasil itu. Pertama kali terjadi saat laga tandang ke Camp Nou pada Oktober 2021.

 Saking muaknya, ia mengungkapkan kekecewaannya di Twitter. Dia bilang, rasisme adalah hal yang normal di Liga Spanyol. Ia juga menggambarkan Spanyol sebagai negara yang rasis. Ironisnya, Presiden La Liga, Javier Tebas bukannya ngebelain, dia malah nyalahin Vini.

 Di akun Twitternya Tebas menyebut Vini sebagai pemain yang arogan di lapangan. Komentarnya ini langsung dikecam berbagai pihak yang berdiri bersama Vini. Presiden Federasi Sepakbola Spanyol, Luis Rubiales meminta Vini mengabaikan komentar Tebas.

 Vinicius Jr. dan siapa pun yang menderita penghinaan rasis mendapat dukungan saya,” ucap Rubiales. Dukungan juga datang dari Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Ednaldo Rodrigues, Presiden Federasi Sepakbola Brazil.

 Beberapa pemain lain juga memberi dukungan kepada Vini, seperti Karim Benzema, Thibaut Courtois dan Achraf Hakimi. Rasisme adalah kejahatan kemanusiaan. Yuk kita suarakan anti rasisme. STOP RASISME!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img