Jakarta, PIS – Apakah gerakan perempuan di Indonesia udah disusupi kaum LGBT Pertanyaan ini muncul gara-gara di acara perayaan gerakan perempuan Women’s March di Jakarta berkibar bendera pelangi.
Perayaan ini berlangsung pada Sabtu, 20 Mei 2023 lalu. Women’s March di Indonesia itu diprakarsai kelompok Feminis Jakarta. Pengibaran bendera Pelangi itu berlangsung karena ternyata di antara peserta juga hadir kelompok-kelompok LGBT.
Ini yang bikin sebagian pihak terkejut mengingat isu LGBT emang sensitif di Indonesia. Kelompok-kelompok Islam seperti PA 212 baru aja menolak kedatangan ColdPlay karena dianggap mengkampanyekan LGBT.
Karena itu wajar bila ada tuduhan Women’s March juga disusupi perwakilan LGBT. Women’s March Jakarta pertama kali diadakan pada tahun 2017 dan dilanjutkan sebagai acara tahunan.
Pada tahun 2017 hanya ada 400 orang yang ikut menyuarakan aksi ini. Tapi, saat ini ada lebih dari 8.000 orang ikut Women’s March Jakarta setiap tahunnya. Women’s March Jakarta menjadi gerakan aksi kelompok perempuan dan kelompok rentan seperti kelompok minoritas gender.
Salah satu yang diperjuangkan adalah perlindungan atas orientasi seksual, termasuk hak untuk menjadi lesbian. Perjuangan hak-hak LGBT memang masih harus menempuh perjalanan panjang.
Di Indonesia, LGBT masih menjadi sesuatu yang dianggap negatif oleh mayoritas masyarakat. Masih ada anggapan bahwa LGBT adalah perilaku menyimpang. Kita berharap perjuangan atas perlindungan hak asasi manusia di Indonesia terus bisa dilakukan dengan cara bijaksana.
Masyarakat masih perlu diberikan pemahaman mendalam soal LGBT. Biar resistensi di tengah masyarakat nggak terlalu keras.



