Pemilu 2024 tinggal menghitung hari nih. Beberapa pihak atau ormas sudah terang-terangan menyatakan dukungannya pada salah satu Capres dan Cawapres. Tapi, ada juga organisasi yang sampai sekarang masih ragu untuk menentukan pilihan Capresnya, salah satunya Persaudaraan Alumni (PA) 212.
Tahu kan kelompok PA 212? Itu tuh, bekas para mantan kelompok dari Aksi 212, yang pada Pilkada Jakarta 2017 melakukan demo berjilid-jilid guna menggagalkan Ahok menjadi gubernur. Nah, sampai sekarang kelompok ini wait and see dan belum punya Capres yang dijagokan. Sekretaris Dewan Syuro PA 212, Slamet Maarif, bilang pihaknya masih menunggu keputusan Ijtima Ulama.
Katanya, forum ini bakal digelar Sabtu besok 18 November di Bogor Jawa Barat. Slamet juga bilang Forum Ijtima Ulama ini nantinya tak hanya bahas soal dukungan Capres dan Cawapres. Tapi juga membahas pelbagai hal soal keumatan. Seperti soal isu Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) hingga perjuangan Palestina. Nah, forum ini nantinya bakal dihadiri beberapa tokoh. Tapi, Slamet tak mau menjelaskan siapa saja tokoh yang bakal hadir. Termasuk apakah Rizieq Shihab selaku Pembina PA 212, akan hadir? Slamet juga belum mau jawab.
Soal dukungan Capres menunggu Ijtima ulama, bukan pertama kali dilakukan oleh kelompok ini. Sebelumnya, pada Pemilu 2019 lalu, mereka juga melakukan hal yang sama. Mereka menggelar Ijtima Ulama II sebelum akhirnya menentukan pilihan. Waktu itu kelompok ini menjatuhkan dukungannya pada pasangan Prabowo-Sandi. Beberapa waktu lalu ada isu kelompok ini akan mendukung Anies Baswedan.
Tapi langsung dibantah oleh Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin. Pada Pemilu 2024 ini ada tiga pasangan yang akan berkontestasi, yakni pasangan Anies – Muhaimin, Prabowo – Gibran dan Ganjar – Mahfud. Yuk tebak-tebakan yuk, siapa pasangan Capres yang akan mereka dukung?


