Sikap Muhammadiyah ini patut diapresiasi nih. Mereka mutusin nggak mendukung capres dan cawapres manapun. Ini disampein Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto, pada 28 Januari lalu. Agung bilang, Muhammadiyah itu organisasi dakwah yang memperjuangkan nilai. Muhammadiyah sesuai Munas Tarjih pada 2023 punya kriteria tertentu buat seorang pemimpin. Berdasarkan kriteria itu, warga Muhammadiyah diberi kewenangan untuk menafsirkan kriteria sesuai calonnya.
Agung juga bilang kriteria diharapkan membuat para calon memantaskan diri seperti kriteria ideal itu. Sikap yang sama juga ditegaskan Muhammadiyah terhadap partai politik. Muhammadiyah nggak akan mengarah atau cenderung kepada salah satu parpol. Posisi Muhammadiyah adalah membangun kedekatan dengan semua parpol. Sikap netral Muhammadiyah bukan kali ini aja ya. Ini diungkapin Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, pada 29 April 2023 lalu.
Anwar ngingetin warganya agar nggak mengatasnamakan dan menggunakan simbol Muhammadiyah untuk mendukung paslon tertentu. Jika itu dilakukan, akan membuat Muhammadiyah dipersepsikan publik berpihak ke salah satu pihak. Bahkan membuat Muhammadiyah terlihat terlibat dalam politik praktis. Anwar juga sampein politik bagi Muhammadiyah bukan politik kekuasaan, melainkan politik nilai. Ini karena Muhammadiyah adalah organisasi Islam dan dakwah amar makruf nahi munkar.
Muhammadiyah memberi kebebasan ke anggotanya untuk memilih capres yang dipilih. Tapii, Muhammadiyah nggak terlibat dalam kegiatan dukung-mendukung capres tertentu.
Sikap Muhammadiyah ini patut diacungi jempol. Yang terus berupaya menciptakan perdamaian dengan bersikap netral agar pemilu berjalan lancar.
Muhammadiyah keren!


