Perolehan suara Komeng yang mencalonkan diri sebagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI fenomenal banget. Bayangkan, dia memperoleh dukungan hampir 2 juta orang. Tapi ternyata, keberhasilan Komeng dimanfaatkan Tempo untuk mengolok-olok Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka membuat sebuah artikel berjudul “Surat Terbuka Komeng untuk Grace Natalie dkk”.
Belakangan, Tempo mengubah judul artikelnya dengan “Surat Imajiner Komeng untuk Pengurus Partai Indonesia”. Di beberapa bagian mereka juga merevisinya. Tapi mirisnya, ternyata artikel itu dibuat tanpa izin Komeng. Itu disampaikan Komeng saat Podcast dengan Deddy Corbuzier di channel youtube Deddy.
“Surat imajiner untuk Grace Natalie dan PSI tersebut dibuat oleh orang lain,” ucap Komeng.
“Banyak wartawan bertanya kepada saya, tapi saya sampaikan itu bukan dari saya,” lanjutnya.
Komeng juga menyesalkan pembuat artikel itu tidak meminta izin kepadanya.’
“Ini imajiner, berarti ada orang yang nulis. Tapi, biasanya harus izin. Nah, ini gak izin,” tandas Komeng.
Maksud tempo mungkin mau mengkritik PSI. Tapi ya kalau mau mengkritik, kritik aja jangan pakai tangan orang lain.
Orang yang “dimanfaat” kan jadi kebawa-bawa, jadi direpotkan.
Yuk jaga etika kita!


