Guys, tau nggak lagi ada video viral yang nunjukkin ustadz di Karawang mendatangi tempat karaoke. Nggak cuma mendatangi, ustadz itu juga minta para pemandu karaoke pake pakaian syar’i! Nggak berselang lama, para pemandu itu pun kemudian mengganti dengan pakaian syar’i.
Selama Ramadhan bupati Karawang memang izinin tempat karaoke tetap beroperasi. Tapi mereka memberikan sejumlah syarat. Salah satunya, para pemandu karaoke harus mengenakan pakaian syar’i. Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Karawang tentang Nasehat Ramadhan tahun 2024.
Ketentuan lainnya, operasional karaoke juga dibatasi dari jam 9 malam sampai 12 malam. Kalo ketentuan itu dilanggar, Pemda Karawang akan memberi sanksi kepada para pelanggarnya. Sontak video aturan bupati Karawang itu menjadi perhatian sejumlah warganet. Sebagian mendukung, sebagian lainnya mempertanyakan aturan dan aksi ustadz itu.
“Dakwah dengan membolehkan adalah strategi, daripada melarang dengan kekerasan yang berujung konflik,” tulis warganet yang mendukung.
“Kenapa sih pakaian orang harus di atur-atur?” tulis seorang warganet yang kontra.
“Mungkin lebih baik dikasih bimbingan saat sudah selesai kerja dan tanpa kamera di mana-mana,” tulis warganet lainnya.
Beberapa warganet mengklarifikasi kalau video itu adalah video lama dan dilakukan bukan saat Ramadhan. Dia juga menyebut kalau aksi itu bukan aksi penggerebekan. Hmmm sebenarnya nggak tahu sih ini memang video lama atau bukan, dan aksi ini juga gatau bisa dibilang sebagai aksi penggerebekan atau bukan. Tapi yang jelas, Indonesia itu bukan negara agama.
Siapapun, bahkan termasuk negara nggak boleh paksain warganya mengenakan pakaian agama tertentu. Jadi, berlebihan juga sih aksi ustadz itu. Sekedar ajakan, atau himbauan sih sah-sah saja. Tapi kalau sampai datengin kan keliatan banget aura pemaksaannya.
Please lah, biasain menghormati kebebasan masing-masing!


