Pidato Bahasa Inggris Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di KTT G20 Afrika Selatan pada 23 November lalu mendapat banyak pujian. Pidato ini dibahas oleh mantan presenter dan influencer Prabu Revolusi di Instagramnya pada 26 November. Di awal videonya, Prabu bilang masyarakat Indonesia sering meremehkan kemampuan anak muda. Tapi justru dunia yang lebih dulu mengapresiasi.
Kali ini, tepuk tangan meriah diberikan kepada Gibran yang hadir sebagai wakil sah Presiden Prabowo Subianto di panggung KTT G20. “Di usia 38 tahun, berdiri di panggung KTT G20 Afrika Selatan. Di hadapan para pemimpin dunia. Bukan sebagai anak presiden, bukan sekadar politisi muda,” ujar Prabu. “Tapi sebagai Wakil Presiden RI. Ini mengejutkan, bukan hanya untuk publik, tapi untuk para pengkritik yang selama ini meremehkannya.”
Menurut Prabu, sebagian orang mungkin sulit menerima fakta bahwa Prabowo justru mengutus Gibran ke forum internasional. Mengingat sebelumnya muncul isu bahwa keduanya “tidak akur”. “Padahal tidak mungkin seorang Wakil Presiden diutus ke G20 tanpa mandat Presiden.” Artinya, hubungan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran itu solid—bukan seperti narasi para pembenci.
Prabu juga menyoroti momen setelah pidato, di mana banyak pemimpin dunia menghampiri Gibran. Ada yang bersalaman, mengobrol, bahkan bercanda. Menurut Prabu, ini jelas bukan basa-basi. Dalam diplomasi, gestur seperti itu adalah bentuk pengakuan. Dan ini terlihat jelas di akun TikTok @fansmaswapres. Terlihat Gibran didekati banyak pemimpin dunia. Mulai dari dipeluk Presiden Brazil, bercanda dengan Presiden Turki dan PM Jepang, ngobrol dengan Presiden Korea Selatan dan Presiden Prancis. Bahkan duduk dan berbincang santai dengan PM Ethiopia, Presiden Angola, serta tertawa bersama Presiden Finlandia dan PM Italia.
Dalam pidatonya, Gibran menyampaikan isu-isu global yang relevan. Ia membahas ketimpangan pertumbuhan ekonomi dunia, adopsi AI, crypto dan bitcoin. Juga mengangkat konsep MBG dan hilirisasi yang menjadi fokus pemerintahan Indonesia. Prabu juga memuji kemampuan bahasa Inggris Gibran. “Bahasa Inggrisnya bagus, pengucapan bersih, tempo terjaga, dan kalimatnya rapi,” ujarnya.
Pujian ini juga datang dari Kinara Arnintya Pratista, siswi SD yang dikenal sebagai konten kreator cilik beraksen British. Kinara menilai Gibran berbicara dengan baik dan jelas. “Menurutku Bahasa Inggrisnya bagus, jelas, dan mengalir,” kata Kinara. Ia juga melihat bahwa Gibran sudah terbiasa memakai Bahasa Inggris. “Kayaknya bukan pertama kali dia pakai Bahasa Inggris di forum seperti ini.” Meski begitu, Kinara memberi catatan kecil soal cara penyebutan kata “the”. Tapi ia tetap menegaskan, bahasa Inggris Gibran “sudah jelas bukan level pemula”.
Prabu juga menanggapi kritik soal Gibran yang membaca teks. “Ada yang bilang, kok baca teks? Halo, ini G20 guys. Semua pemimpin negara baca teks!” Biar tidak salah data, tidak salah ucap, dan tetap sesuai jalur diplomasi. Dari kacamata komunikasi politik, Prabu menyebut Gibran melakukan tiga hal penting. Pertama, memframing Indonesia sebagai negara modern dan solutif karena membahas AI, Crypto, Hilirisasi, dan sebagainya. Kedua, memperkuat brand kepemimpinan Prabowo karena selalu menyampaikan bahwa ia hadir mewakili Presiden. Ketiga, tampil sederhana, tanpa drama, tapi penuh substansi.
Tentu saja, tetap ada saja yang nyinyir. Misalnya Didi Lionnrich yang sempat bilang deg-degan saat Gibran ditugaskan ke G20. “Semoga aja itu orang nggak bikin malu Indonesia,” katanya. Konten kreator Tifa juga pernah meremehkan dengan bilang kemampuan bahasa Inggris Gibran itu karena teleprompter. Padahal penggunaan teleprompter adalah hal wajar dan standar di forum dunia.
Pidato Gibran bukan cuma soal berani tampil. Tapi menunjukkan kemampuan komunikasi diplomatik yang baik. Pembahasannya runtut, terstruktur, dan memuat isu kompleks. Bahkan setelah pidato, ia tetap bisa mengobrol, berdiskusi, dan tertawa dengan pemimpin dunia. Artinya, ia tidak hanya membaca, tapi paham isi dan bisa berkomunikasi aktif. Dalam diplomasi, yang lebih penting adalah substansi, kejelasan, dan pesan yang sampai, bukan aksen sempurna.
Mas Wapres, keren!
KATEGORI: PENCERAHAN


