Kata Felix Siauw, Allah Suka Dengan Istri Yang Punya Banyak Anak

Published:

Kata Ustadz Felix Siauw, Allah suka istri yang punya lebih dari 3 anak. Jadi, Ustadz Felix ngobrol bareng Raymond Chin, Koiyo Cabe, dan Medy Renaldy di channel YouTube Raymond Chin pada 23 Maret lalu. Topik yang mereka obrolin soal aturan-aturan Islam setelah nikah. Nah, diantara obrolan itu, Felix ngutip sebuah hadits.

“Kata Rasulullah, mau nggak aku kasih tau kalian tentang istri-istri kalian yang nanti akan jadi penghuni surga,” kata Felix. Satu, istri yang lembut tutur katanya. Kedua, istri yang bermanfaat. Ketiga, istri yang punya anak lebih daripada tiga orang.

“Yang keempat, ini yang penting, yang ketika dia marah sama kamu, atau kamu marah sama dia, maka dia tidak akan bisa untuk memejamkan matanya, sampai dia lari ke pangkuan suaminya,” kata Ustadz Felix. “..Lalu istri berkata, suamiku, aku tidak bisa tidur sebelum kau maafin aku,” lanjutnya. Nah, potongan itu diupload ulang akun Instagram yedialampungi dan sudah ditonton lebih dari 2,4 juta kali.

Pertanyaannya, apa benar Allah suka istri yang punya lebih dari 3 anak? Kalau kita merujuk Al-Qur’an, nggak ada ayat yang eksplisit bilang bahwa Allah mencintai istri yang punya banyak anak. Dalil soal ini merujuk ke salah satu hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa’i.

Bunyi hadits itu: “Nikahilah perempuan yang penuh kasih dan yang banyak melahirkan, karena aku akan berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain pada hari kiamat.” Dalam studi hadis itu, ada yang namanya asbabul wurud. Yaitu, konteks yang melatarbelakangi mengapa Nabi Muhammad mengucapkan hadis itu.

Nah, terkait hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa’i, begini konteksnya. Dikatakan, hadits itu muncul ketika umat Islam baru berdiri sebagai komunitas kecil di Madinah. Jumlah umat Islam awal ini sedikit banget. Ditambah, banyak ancaman eksternal dari beberapa suku-suku di Mekkah yang membenci Nabi dan para sahabatnya.

Mereka juga memerangi Nabi dan para sahabatnya hingga Nabi dan para sahabatnya terpaksa pindah ke Yatsrib atau Madinah. Angka kematian di kalangan umat Islam ini cukup tinggi gara-gara sejumlah perang. Mulai dari Perang Badar, Perang Uhud, sampai Perang Khandaq. Apalagi kondisi sanitasi pada zaman itu seadanya dan nggak se-higienis sekarang.

Karena itu, punya banyak anak waktu itu emang cara bertahan hidup alami dan strategis biar umat Islam tetap survive. Tapi itu udah nggak relevan sekarang. Umat Islam sudah sangat banyak. Umat Islam menempatkan posisi kedua dari total populasi dunia.

Menurut situs Statistics and Data, populasi umat Islam (Sunni, Syiah, dan lainnya) tahun 2025 sebanyak 2 miliar. Angka ini setara dengan 25% dari total populasi dunia. Posisi pertama adalah Kristen (Katolik, Protestan, Ortodoks) dengan jumlah populasi sebesar 2,6 miliar atau 31,7% dari total populasi dunia.

Bahkan Menurut Pew Research Center, jumlah umat Islam diprediksi bakal tembus 2,8 miliar tahun 2050. Islam jadi agama dengan pertumbuhan jumlah penganut yang tercepat. Jadi, buat apa masih kampanyekan soal pentingnya banyak anak, ustadz Felix?

Justru kalau ajaran soal banyak anak terus disyiarkan itu berbahaya bagi keberlanjutan bumi. Over population atau ledakan penduduk akan terjadi. Dampaknya mengerikan. Air bersih makin langka. Lahan pertanian makin menipis seiring ekspansi pemukiman.

Deforestasi makin parah. Permintaan listrik, bahan bakar, dan gas jadi ugal-ugalan. Pengangguran melonjak seiring lapangan kerja yang terbatas. Akses pendidikan makin timpang. Penyebaran penyakit makin cepat seperti penyakit COVID-19.

Rumah sakit semakin penuh, sementara tenaga medis tidak memadai. Anak-anak dari keluarga miskin rawan stunting. Tingkat kriminalitas naik karena tekanan ekonomi. Masih banyak lagi ancaman yang bisa disebut karena over population.

Planetnya Thanos digambarkan dalam film Avengers: Infinity War sampai kerontang dan nggak layak dihuni lagi karena over population. Tantangan umat Islam sekarang bukan lagi soal jumlah. Tantangan umat Islam sekarang adalah bagaimana bisa hidup berkualitas.

Dan yang kalah penting, peduli dengan keberlanjutan bumi demi generasi berikutnya. Semoga anjuran punya banyak anak nggak kita telan mentah-mentah ya. Yuk, beragama dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img