Kelompok Sayap Kanan Denmark Kembali Bakar Al-Quran

Published:

Kelompok sayap kanan Denmark, Danske Patrioter (Patriot Denmark) lagi-lagi bikin ulah. Mereka kembali membakar Al-Quran. Terbaru, mereka melakukannya di depan Kedutaan Besar Indonesia di Kopenhagen, Denmark minggu lalu. Pada hari yang sama, mereka melakukanya juga di depan Kedubes Aljazair, Maroko, dan sebuah masjid di Kopenhagen.

Kelompok ini nggak cuma membakar, tapi juga meneriakkan slogan-slogan anti-Islam yang sangat provokatif. Mereka juga menyiarkan secara langsung aksinya itu melalui akun media sosial mereka.  FYI, Danske Patrioter adalah kelompok yang menentang keras masuknya orang Islam ke negara tersebut. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengecam keras aksi pembakaran Al-Quran ini. Dia juga sudah mengirim nota diplomatik yang sangat keras pada pemerintah Denmark. Menurutnya, pembakaran Al-Quran bukan bagian dari kebebasan ekspresi. 

Retno juga bilang aksi seperti ini sangat melukai umat Muslim di dunia dan hanya akan menyebarkan kebencian. Kecaman juga datang dari negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Beberapa bulan terakhir ini, pembakaran Al-Quran berulang kali terjadi di negara-negara Eropa. Khususnya di dua negara Skandinavia, Denmark dan Swedia. Di kedua negara itu, pembakaran Al-Quran atau kitab suci agama apapun diperbolehkan. Karena dianggap sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan berbicara, bukan sebagai penodaan agama. 

Pada bulan lalu, Dewan HAM PBB sebenarnya sudah meloloskan Resolusi yang mengutuk pembakaran Al-Quran. Tapi nampaknya, Resolusi itu belum dipatuhi oleh Swedia dan Denmark. Semoga umat Islam tidak terprovokasi oleh aksi itu. Yuk kita tunjukkan kalau Islam adalah agama damai!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img