Puluhan atlet dunia lagi protes nih sama pemerintah Prancis! Gara-garanya para atlet Prancis dilarang pakai jilbab saat ikut kompetisi, di antaranya di kompetisi olahraga bola basket. Para atlet dunia ini sampai kirim surat terbuka ke Federasi Bola Basket Prancis agar larangan itu dicabut.
Kritik juga datang dari mantan anggota tim nasional muda Prancis, Diaba Konate. Dia bilang dia mencintai bola basket, keluarga, dan keyakinannya.
“Saya akan patah hati jika melepaskan salah satunya. Tapi pedoman Federasi Bola Basket Prancis saat ini memaksa saya melakukan ini,” katanya.
Prancis emang punya aturan ketat soal sekularisme. Sejak 1905, aturan ini terus dipertahankan, bahkan sampai ke dunia olahraga. Para aktivis di Prancis pernah bikin petisi yang mendesak agar kebijakan larangan berjilbab dalam olahraga itu dibatalkan pada 2022.
Sayangnya, usaha itu tidak berhasil. Yang menarik, atlet basket Amerika Serikat, Bilqis Abdul Qaadir, bersama organisasi olahraga berhasil menghapus larangan penutup kepala di organisasi internasional yang mengatur bola basket di seluruh dunia pada 2017.
Masalahnya, Perancis malah mengabaikan perubahan ini dan federasi basket Perancis memperkuat sikap diskriminatif ini. Semoga pemerintah Prancis bisa melunak ya!
Yuk, junjung tinggi kebebasan dan hak perempuan!


