Presiden Jokowi lagi-lagi jadi target tuduhan busuk. Dia disebut minta jatah posisi Kapolri dan Jaksa Agung ke presiden terpilih, Prabowo. Tuduhan ini pertama kali dihembusin Rinny Budoyo di akun YouTube “2045” Maret lalu. Fitnah ini viral di berbagai media sosial, kayak TikTok. Rinny juga bilang Jokowi cawe-cawe dalam pembentukan kabinet dan minta jatah menteri buat orang-orangnya.
Tuduhan busuk serupa juga datang dari jurnalis senior, Uni Lubis di kanal YouTube “Total Politik” bulan Februari. Dia bilang dapat bocoran Jokowi nitipin empat posisi strategis: Kapolri, Jaksa Agung, Mensesneg, dan Menteri Investasi. Sayangnya, Uni nggak mau kasih tahu siapa yang kasih info ini. Dia cuma bilang sumbernya deket banget sama Prabowo.
Tuduhan busuk ini jelas fitnah ya. Penyebar tuduhan busuk itu nggak ngasih bukti konkret yang bisa dipertanggungjawabkan. Mereka cuma berlindung di balik klaim “sumber terpercaya” dari lingkaran Prabowo. Ini sih bukan untuk mengungkap fakta. Tapi upaya ngejatuhin nama Pak Jokowi. Pak Jokowi emang sering banget kena tuduhan busuk. Mulai dari tudingan anak PKI, bapaknya etnis Tionghoa beragama Kristen, sampai minta jabatan 3 periode.
Tapi semua tuduhan busuk itu nggak mampu ngerusak nama baiknya. Mayoritas publik tetap menilai positif Pak Jokowi. Tingkat kepuasan publik terhadap Pak Jokowi bertahan di atas 70% sampai masa jabatannya berakhir! Segala tuduhan busuk yang menyasar Pak Jokowi nggak berefek pada sebagian besar publik. Masyarakat sudah imun dan nggak gampang percaya dengan fitnah murahan terkait Jokowi yang diedarkan.
Yuk, lawan hoaks dan tuduhan busuk!


