Para suami nakal, siap-siap nih dikirim ke barak militer. Ini akan terjadi kalau usulan tiktoker ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dijalankan. Ada perempuan tiktoker dengan nama akun @lissaassisil yang dengan bersemangat menyarankan kang Dedi jangan hanya mengirimkan anak nakal ke barak militer. Yang penting juga adalah mengirimkan suami-suami nackal. Dalam surat terbukanya, dia bilang para suami nackal juga perlu ikut pelatihan militer.
Dia ngejelasin siapa yang dianggapnya suami nackal. Pertama, suami nackal yang bilangnya lembur kantor padahal karaoke sambil mangku LC. Kedua, suami nackal yang ngakunya main golf padahal ngaheureuyan alias menggoda para caddy. Ketiga, suami yang kalau ke istri pelit, tapi loyal pas ngetips ke caddy. Keempat, suami yang suka mengeluh badannya pegal linu tapi pijatnya plus plus. Menurut Lissa, mungkin para suami ini perlu diberi pelatihan akhlak di barak militer untuk SELAMA-LAMANYA. Ini, kata Lisa, untuk mengantisipasi adanya ide dari bunda-bunda untuk menjadikan suami nackalnya sebagai tumbal pesugihan. “Mohon didengar saran saya ya, Pak, terima kasih,” kata Lisa menutup videonya.
Ini memang terkesan bercanda, tapi substansinya serius. Jadi bisa dilihat yang disebut suami nackal oleh Lissa ini adalah para suami yang berselingkuh dan menghamburkan uang buat perempuan-perempuan di luar istrinya. Kita nggak tahu apakah Lissa ngomong begitu karena pengalaman pribadinya, misalnya dengan suaminya sendiri. Atau karena mendengar keluhan banyak kenalan dan temannya. Yang penting, Lissa merasa bahwa gagasan Kang Dedi untuk memberi pendidikan jasmani dan rohani ke barak militer adalah gagasan cemerlang.
Jadi kalaupun bercanda, apa yang diusulkan Lissa ini bisa juga dipertimbangkan. Paling tidak buat ASN atau siapapun yang hidupnya dibiayai dengan uang rakyat. Misalnya anggota DPR, polisi, militer, kehakiman. Karena negara membiayai mereka, boleh dong negara minta mereka itu bersikap etis. Misalnya ya soal perilaku seksual. Di Indonesia kan ada peraturan pemerintah tahun 1990 yang mengatur soal perkawinan dan perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil. Dalam hal ini ditetapkan bahwa pria PNS sebenarnya tidak boleh berpoligami. Tapi ada serangkaian kekecualian. Misalnya kalau istri sang PNS tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri atau istri tidak bisa melahirkan keturunan selama 10 tahun.
Selain itu ada juga ketetapan bahwa suami baru boleh poligami kalau mendapat izin tertulis dari istri pertama, punya penghasilan memadai, dan berani bersikap adil. Dengan kata lain, kalau sekarang Kang Dedi mau menerapkan larangan perselingkuhan, sebenarnya juga bisa, kalau mau. Ini layak diusulkan pada Kang Dedi, karena gubernur Jawa Barat ini berpikir ‘out of the box’. Dia bersedia melakukan apapun untuk kepentingan rakyat. Memang banyak juga yang mengecam kebijakan-kebijakannya. Termasuk soal pengiriman anak nakal ke barak militer ini.
Tapi sekarang juga semakin banyak terdengar dukungan terhadapnya. Bahkan ada berita bahwa Kang Dedi dihubungi seorang ibu yang memohon-mohon agar anaknya dikirim ke barak ke militer, saking bandelnya anaknya itu. Jadi kang Dedi, maju terus ya. Kirim saja para pria nackal ke barak untuk memperbaiki akhlak!


