Ngawur, Gibran Dituduh Follow Akun Judi Online

Published:

Gibran Rakabuming Raka follow akun judi online? Ya nggak mungkin lah. Tapi tuduhan ini viral setelah akun Instagram Gibran diketahui pernah follow akun @bang_jabrik.game. Akun @bang_jabrik.game itu disebut sebagai akun judi online. Tapi itu gak berarti Gibran memang pecinta judi.

Sekretariat Wakil Presiden sudah langsung mengklarifikasi. Menurut mereka akun, itu dibuat sejak November 2022 dan telah mengganti nama akun (username) sebanyak tujuh kali. Riwayat perubahan nama tersebut mengindikasikan bahwa akun tersebut awalnya bukan akun judi online. Jadi awalnya bisa saja cuma akun biasa yang belakangan diretas dan berganti identitas. Setwapres juga bilang fenomena peretasan dan perubahan identitas begini udah lama. “Akun-akun yang telah memiliki sejumlah pengikut sering kali diperjualbelikan, bahkan ada yang diretas dan diubah fungsinya untuk kepentingan tertentu,” lanjutnya. Menurut keterangan Setwapres, saat ini Gibran sudah tidak lagi mengikuti akun tersebut.

Pihak Istana juga laporin akun ini ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk diblokir. Ternyata nggak cuma Gibran aja yang kena fenomena peretasan dan pergantian identitas. Pada Agustus 2022, akun Twitter resmi TNI Angkatan Darat (@tni_ad) diretas oleh pihak tidak dikenal. Akun itu menampilkan cuitan-cuitan berisi animasi ‘pinguin’, yang jelas bukan konten resmi militer. Peretasan ini terjadi saat tim teknis TNI AD sedang melakukan migrasi alamat email ke email kedinasan. Selama tahun 2023, beberapa pejabat daerah di Indonesia juga mengalami peretasan akun WhatsApp. Misalnya, Wakil Wali Kota Tarakan, Effendhi Djunprianto, dan Wakil Bupati Banyumas menjadi korban peretasan. Peretas menggunakan akun mereka untuk meminta uang kepada nama-nama kontak yang ada.

Di era akun bisa dibeli dan dijual hanya karena follower-nya banyak, mustahil seorang pejabat terus memverifikasi ribuan akun yang mereka follow. Ini bukan kelalaian, tapi jebakan digital. Untungnya, setelah tahu Gibran langsung unfollow dan lapor. Gaada bukti Gibran promosiin, terlibat, atau kasih likes pada konten judi tersebut. Justru framing hanya dengan “follow” otomatis mendukung judi online itulah generalisasi yang menyesatkan.

Atau jangan-jangan ini adalah salah satu bentuk serangan politik? Karena di tengah ketegangan politik pasca-pemilu, isu kecil seperti ini sangat mudah dimanfaatkan oleh lawan politik. Lawan politik sering cari bahan untuk menggoyang stabilitas dan citra kepemimpinan baru. Saat ini Gibran memang mendapat banyak serangan kanan kiri. Forum Purnawirawan TNI bahkan berkirim surat ke Presiden dan DPR untuk meminta pemakzulan Gibran. Jadi apa yang terjadi dalam kasus judi online ini sangat mungkin terkait dengan serangan-serangan itu.

Alasan penyerangan bisa macam-macam. Bisa jadi karena mereka kuatir bahwa popularitas Gibran terus meningkat sehingga kembali akan jadi wapres tahun 2029. Atau juga karena marah dikalahkan Prabowo-Gibran pada PIlpres 2024. Ini udah bukan soal judi online lagi. Ini soal membidik reputasi politik lewat insiden digital. Lagian, perubahan konten atau aktivitas mencurigakan pada akun media sosial nggak selalu mencerminkan niat atau tindakan langsung dari pemilik akun. Makanya dalam kasus Gibran penting untuk melakukan verifikasi dan nggak langsung menyimpulkan tanpa bukti yang jelas. Yuk jadi netizen yang bijak!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img