Batam lagi panas nih! Bukan karena cuaca, tapi karena warga Orchard Park menolak pembangunan masjid di lingkungan mereka. Padahal penghuninya kebanyakan muslim loh! Orchard Park ini kawasan hunian elite di Batam Center, dikembangkan Agung Podomoro Land. Lingkungannya mewah banget, ada mall, cluster modern, dan fasilitas premium lainnya. Nah, di dalamnya rencananya bakal dibangun masjid permanen di lahan fasos alias fasilitas sosial. Tapi rencana ini justru bikin sebagian warga protes habis-habisan.
Kok bisa? Bukannya masjid malah mempermudah ibadah warga muslim di sana? Ternyata masalahnya bukan di masjidnya, tapi di prosesnya yang dianggap nggak transparan. Warga merasa nggak pernah diajak musyawarah sejak awal. Mereka heran, lokasi, desain, dan teknis pembangunannya ditentukan sepihak sama pengembang. Padahal rumah ibadah itu sensitif banget, harusnya disepakati bareng supaya adem di hati. Kalau tiba-tiba dipaksakan, warga takut memicu gesekan antar penghuni di masa depan.
Banyak warga muslim Orchard Park yang selama ini beribadah di lokasi sementara, kayak di basement mall atau tempat lainnya. Ya karena memang masjid permanen belum ada di lingkungan mereka. Tapi perlu diingat, Orchard Park ini juga dihuni oleh warga lintas agama, jadi semestinya semua aspirasi didengar supaya nggak bikin ribut. Beberapa warga akhirnya nekat demo, bawa spanduk penolakan di depan lahan bakal masjid. Isi spanduknya jelas banget: “jangan asal bangun, libatkan kami!” Wajar juga sih, karena mereka penghuni tetap, pastinya ingin punya suara soal fasilitas sosial di komplek mereka sendiri.
Dari pihak pengembang, sampai sekarang belum banyak kasih penjelasan detail ke publik. Mereka cuma bilang lahan fasos memang sudah diplot untuk rumah ibadah sesuai perjanjian awal. Tapi desainnya kayak apa, kapan mulai bangun, sampai gimana teknis perizinannya, masih kabur. Hal kayak gini bikin warga makin curiga, jangan-jangan ada kepentingan lain di balik proyek itu. Karena kalau niatnya benar membangun masjid, kenapa nggak transparan dan terbuka diskusi?
Rumah ibadah itu bukan sekadar bangunan, tapi juga simbol kerukunan di lingkungan perumahan. Kalau prosesnya amburadul, ujung-ujungnya malah jadi sumber konflik. Pemerintah Kota Batam pun didorong turun tangan buat mediasi. Biar nggak ada yang ngerasa disisihkan atau dilangkahi haknya sebagai warga. Lagipula, aturan pendirian rumah ibadah di Indonesia sudah jelas banget. Harus ada persetujuan lingkungan, harus ada musyawarah, supaya nggak jadi polemik.
Apalagi Orchard Park dikenal dengan komunitasnya yang beragam, lintas budaya dan agama. Kalau nggak diurus rapi, konflik kecil bisa membesar dan merusak reputasi kawasan. Padahal Batam sendiri selama ini kondusif dan terkenal toleran. Sayang banget kalau tercoreng cuma gara-gara salah komunikasi pembangunan masjid. Masjidnya jelas diperlukan, tapi prosesnya wajib adil dan terbuka. Pengembang dan warga harus duduk bareng, nyari solusi sama-sama. Karena musyawarah itu jauh lebih berkah daripada demo dan saling curiga. Semoga polemik masjid Orchard Park ini cepat nemu jalan tengah ya. Biar semua penghuni nyaman beribadah, rukun, dan damai di satu lingkungan yang sama. Junjung tinggi toleransi beragama!


