Ibadah umat Kristen nggak semeresahkan Sound Horeg, tapi kok ditolak ya. Itu disampaikan Tretan Muslim dalam podcast The Samuel Christ Show yang tayang 5 Agustus lalu. Muslim adalah komika asal Madura yang dikenal sering bikin konten satire soal isu intoleransi beragama.
Dalam podcast itu, Muslim cerita pengalamannya ke Cilegon, Banten. “Saya pernah datang ke Cilegon. Saya tanya, di situ ada gereja nggak? Dijawab, di Cilegon nggak ada gereja,” ucapnya. Saat tanya gimana cara umat Kristen beribadah, dia akhirnya tau umat Kristen di Cilegon harus ke luar kota untuk beribadah. Mereka harus menempuh jarak hampir 18 KM ke Kota Serang. Di sana pun mereka harus antre karena gerejanya terbatas.
Muslim lalu tanya ke warga kenapa gereja nggak boleh dibangun di Cilegon. Jawaban yang dia denger absurd banget: “Ya di sini kan banyak Islam”. Ini bikin Muslim nggak ngerti kenapa banyak orang Islam itu intoleran. “Saya tidak pernah mendapat jawaban jelas kenapa mereka intoleran”, lanjutnya. Muslim juga singgung kasus pembubaran retreat di Sukabumi dan massa intoleran di Padang yang bilang ibadah Kristen bikin mereka nggak nyaman.
“Mohon maaf ini Kristen tuh bukan Sound Horeg,” katanya dengan satire. “Kalau Sound Horeg oke karena berisik. Ini Kristen paling nyanyi berapa desibel sih. Nyanyian Kristen kan juga slow,” lanjutnya. Muslim ngaku sedih pelaku intoleransi itu dari agamanya sendiri.
Dia juga cerita, dia bikin konten sebenernya bukan sepenuhnya membela minoritas, tapi juga membersihkan nama baik umat Islam sebagai mayoritas. Muslim nyebut intisari hadis yang dia inget banget. Hadis itu melarang orang Islam mengganggu tetangga, apalagi orang dari agama lain. “Pokoknya di Islam sendiri tuh banyak keterangan-keterangan untuk tidak mengganggu agama lain. Tidak boleh mencacimaki Tuhan mereka,” ucapnya.
Dia juga ungkit kisah Nabi Muhammad yang justru kasih izin kaum Nasrani beribadah di Masjid Nabawi. “Nah ini di rumah sendiri. Tanah-tanah sendiri. Dianggap meresahkan. Saya nggak tahu meresahkannya di mana,” ucap Muslim heran. Dia juga nyindir kenapa rumah ibadah orang lain dirusak sepi pemberitaan, tapi kalau ada anjing masuk masjid langsung viral.
Muslim juga ngasih sindiran para ustadz yang diam. “Kalau ada kasus, ustad itu speak up. Platformnya lebih gede dan umatnya lebih banyak. Dan lebih didengar,” katanya. “Lah kalau saya, sekali lagi, siapalah saya. Kalau ustad ngomong kan lebih valid,” tambahnya.
Menurut Muslim, kalau tokoh agama mayoritas berani bilang ‘kasih izin gereja, jangan ganggu ibadah mereka’, pasti suasana jadi adem. Tapi sayangnya, yang terjadi malah sebaliknya.
Terakhir, Muslim kasih tamparan halus tapi dalam. “Kalau kalian merasa terganggu atau merasa keimanan kalian terkikis, itu berarti iman yang lemah,” ucapnya. “Dan daripada kalian melarang orang beribadah ya iman kalian ditingkatkan,” lanjutnya.
Pernyataan Muslim ini keren banget. Dia bukan cuma lagi melucu, tapi juga bikin mikir pendengarnya. Dia pengen bilang, sampai kapan umat Kristen harus sembunyi-sembunyi buat berdoa dan beribadah? Sampai kapan kita yang ngaku pengikut Nabi Muhammad yang penuh cinta kasih, tapi justru ganggu ibadah umat agama lain?
Semoga ucapan Muslim itu jadi turning point buat kita semua, terutama umat Islam. Jangan cuma mengklaim menolak radikalisme di Indonesia, tapi justru gandrung menindas hak beribadah umat Kristen. Yuk, buktikan jadi umat beragama yang rahmatan lil alamin.


