USTADZAH INI BILANG KALAU JOKOWI JADI IMAM SHALAT KITA, SHOLAT KITA NGGAK DITERIMA!

Published:

Kalau Pak Jokowi jadi imam sholat kita, maka sholat kita nggak diterima alias batal! Anda nggak salah denger ya. Itu memang benar-benar disampein seorang ustadzah bernama Salsanaqiy. Dia posting video di akun Instagramnya pada 13 September lalu yang mempertanyakan “Kalau Pak Jokowi jadi imam sholat kamu, kira-kira sholat kamu sah nggak ya?”

Di video itu dia nunjukin cuplikan video Pak Jokowi yang lagi jadi imam dan baca surah Al-fatihah. Dari situ, si ustadzah bilang bacaan Al-Fatihah Pak Jokowi banyak salahnya. Dia sampai detail nyebutin bagian-bagian yang dianggapnya salah. Misalnya, Pak Jokowi mengubah kata “Alhamdu” jadi “Alkhamdu” yang artinya “segala puji” jadi “segala kebinasaan”. Dia juga bilang Pak Jokowi mengubah kata “Al’alamin” jadi “Al Alamin” yang artinya “Tuhan semesta alam” jadi “Tuhan orang-orang yang berpenyakit”. Panjang-pendek huruf juga jadi sorotan. Menurut si ustadzah, itu bisa mengubah arti dan otomatis bikin sholat batal. “Bukan cuma pas kamu sholat sendirian, tapi kalau kamu jadi imam, sholat orang-orang yang di belakang kamu juga batal,” katanya. “Hati-hati, nggak semua orang layak jadi imam,” lanjutnya.

Netizen pun ramai-ramai berkomentar. “Yang berhak memberi SAH itu ALLAH bukan anda neng,” tulis seorang netizen. “Sah tidak nya sholat bukan dari lafal bacaan nya tapi dari Niat nya,” tulis netizen lain. “Walaupun saya bukan pendukungnya tetep yang kek gini gaboleh di up ke publik,” tulis yang lain.

Apa yang dilakuin sama Ustadzah ini disayangkan banget ya. Mungkin, ini mungkin ya, niatnya mau kasih edukasi soal melakukan sholat yang benar. Tapi kesannya malah nge-judge gitu ya. Ini bukan soal yang dijadiin contoh itu Pak Jokowi dan kami pendukung Pak Jokowi ya. Tapi soal adab dalam berdakwah. Adab dalam berdakwah itu di antaranya orang yang didakwahi jangan sampai merasa digurui, apalagi di-judge. Nah, adab dalam berdakwah ini ditekankan banget Nabi Muhammad dan para wali songo.

Memang, mayoritas ulama sepakat Surat Al-Fatihah salah satu syarat sahnya sholat. Karena itu, Surat Al-Fatihah harus dibaca se-sempurna mungkin. Kalau makhraj atau pengucapan hurufnya salah dan panjang-pendek ketukannya nggak presisi, itu bisa mengubah arti Surat Al-Fatihah. Dan kalau artinya berubah, maka bisa memengaruhi sahnya shalat. Tapi ulama juga memberi keringanan (rukhsah) kalau memang seorang muslim nggak mampu melafalkan Surat Al-Fatihah secara sempurna. Alasannya banyak, bisa karena logat (karena bukan orang Arab), candel, atau belum terlatih. Itu disebut ’ajz, alias ketidakmampuan melafalkan Surat Al-Fatihah secara sempurna.

Nah, kalau Pak Jokowi nggak fasih melafalkan Surat Al-Fatihah secara sempurna, itu wajar. Bahasa ibu Pak Jokowi itu bukan Bahasa Arab. Dan kami yakin mayoritas Muslim di Indonesia juga nggak fasih seperti Pak Jokowi. Apalagi fiqih juga ngasih toleransi soal ini: kalau salah bacaan Surat Al-Fatihah tapi makna masih bisa dipahami, sholat tetap sah kok. Kami percaya 100 persen, haqqul yakin, Allah nggak cuma ngerti Bahasa Arab. Kalau ada hamba-Nya nggak sempurna melafalkan Surat Al-Fatihah, Allah pasti memakluminya.

Esensi sholat itu kan ibadah hati dan kepasrahan. Para ulama juga menekankan yang utama dari sholat itu niat yang ikhlas, khusyuk, dan usaha memperbaiki bacaan semampunya. Jadi, kalau Pak Jokowi atau siapa pun yang nggak sempurna melafalkan Surat Al-Fatihah, ya nggak otomatis sholatnya batal. Dan itu nggak bikin sholat kita otomatis nggak diterima Allah. Yuk, beragama dengan akal sehat!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img