Astaghfirullah, ustadz ini kok provokatif dan memperkeruh suasana ya. Seorang ustadz itu kan idealnya sosok yang terjaga ucapannya dan menyejukkan suasana.
Baru-baru ini, ada video cuplikan ceramah dari seorang ustadz yang diduga bernama Andri Kurniawan. Videonya tiba-tiba viral di TikTok setelah diunggah akun @ibu_pertiwi4. Isinya serius, nyeret nama besar kayak mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, sampai menuding langsung ke Pak Jokowi dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Di awal video, dia cerita kalau sebelum kerusuhan kemarin, dia dipanggil ke Yogyakarta bertemu dengan Pak Gatot. “Masya Allah, beliau sudah mendeteksi akan terjadi kerusuhan di Indonesia. Siapa aktornya? Geng Solo”, tuduhnya. “Kemudian, buzzer-buzzernya PSI, Partai Solidaritas Indonesia. Yang diketuai oleh Kaesang”, lanjutnya.
Gak berhenti di situ, Andri juga menuduh ada donatur koruptor yang jadi pendana, yaitu Riza Chalid, dengan angka fantastis Rp1000 triliun. “Ini ada sabotage struktural yang dilakukan oleh Geng Solo. Jadi tujuannya apa? Tujuannya, untuk mempercepat Gibran menjadi RI 1”, ucapnya. Provokatif? Jelas banget ya.
Netizen di komentar pun pecah jadi dua kubu, ada yang kesal tapi ada juga yang ikut memperkeruh suasan. “Maaf saya orang awam tapi menurutku pak ustadz ini gak sepantasnya ngomong gitu, harusnya ceramah isi Al-Qur’an”, tulis salah satu netizen. Ada juga yang tegas nyebut: “fitnah lebih kejam daripada pembunuhan”. Tapi sayangnya, gak sedikit juga yang percaya mentah-mentah: “gak mungkin ustadz berani ngomong kalau gak ada buktinya.”
Nah, masalahnya justru di sini. Tuduhan ini bisa memperkeruh suasana pasca kerusuhan Agustus lalu, yang udah bikin banyak orang trauma. Faktanya, Polri sudah tetapkan 959 tersangka dari kerusuhan 25–31 Agustus 2025. Tapi soal dalang intelektual? Sampai sekarang belum ada bukti resmi. Bahkan Komnas HAM dan pemerintah udah dorong tim independen, tapi hasilnya nihil. Artinya, klaim Andri cuma spekulasi.
Terus, soal nama Gatot yang disebut-sebut. Memang, Gatot dikenal sering kritik pemerintahan Pak Jokowi. Dari isu oligarki, utang negara, politik dinasti dan juga nyebut demokrasi Indonesia mundur. Nah, justru disini kita harus lebih cermat sebelum telan informasi kayak gini. Ucapan ini gak keluar dengan bukti yang kuat, misal wawancara ataupun tertulis dari sumbernya langsung. Kalaupun disertai bukti keterangan langsung dari Gatot, kita paham bahwa ini jelas spekulasi yang datang dari pembenci Pak Jokowi.
Begitu juga soal PSI. Partai ini dikenal dengan gaya politiknya yang vokal di media dan parlemen, tapi bukan partai jalanan yang identik sama kerusuhan fisik. Jadi ngaitin PSI sebagai dalang kerusuhan jelas gak nyambung. Soal Riza Chalid, kasusnya memang ada. Dia jadi tersangka dugaan korupsi dan pencucian uang di bisnis minyak Pertamina. Tapi angka Rp1000 triliun itu lebih ke spekulasi media, sementara laporan resmi cuma nyebut kerugian sekitar Rp193 triliun. Jadi jelas jauh dari klaim ustadz tadi dan ditambah gak ada bukti soal tuduhan ‘aliran dana buat kerusuhan Agustus lalu’.
Jadi jelas, isi ceramah Andri bukan cuma ngawur, tapi juga berbahaya. Narasi kayak gini bikin masyarakat makin curiga, polarisasi makin tajam. Padahal, ulama seharusnya jadi penyejuk, bukan penyebar teori konspirasi. Dari sudut pandang kami di Gerakan PIS, posisi kita jelas: melawan narasi yang mengadu domba.
Bahaya terbesar dari video kayak gini adalah ketika publik gampang percaya tanpa cek fakta. Makanya, sebagai netizen yang bijak, harus lebih kritis dan jangan gampang terhasut cuma karena dibungkus ceramah. Di masa seperti ini, kita wajib jaga toleransi, kedamaian, dan lawan provokasi yang bisa bikin bangsa ini retak. Pak Andri, tolong stop provokasi umat ya!


