VIRAL FENOMENA GEN-Z YANG SEKARANG LEBIH MILIH MENIKAH DI KUA AJA

Published:

Ada fenomena menarik nih di kalangan Gen-Z. Mereka lebih pilih nikah di KUA. Bukan karena mereka kawin lari atau hamil di luar nikah ya! Tapi lebih karena menghemat dan mengutamakan keuangan pasca menikah. Ini seperti yang dilakukan oleh Ayu Sara yang dia ceritakan di akun Instagram @mamaber.uang, 21 Oktober lalu. Di situ, dia hanya menghabiskan uang hanya Rp 15 juta buat nikah di KUA. Biasanya orang keluar duit 80 sampai 100 juta buat resepsi, dia cuma habis sekitar 15 juta aja!

Katanya, “Budget sih ada, tapi daripada abis buat pesta sehari, mending dipake buat persiapan hidup setelah nikah.” Sarah bilang Rp 15 juta itu dia gunain buat administrasi & penghulu, mas kawin / cincin nikah, makan keluarga (pengganti resepsi), dokumentasi dan make up dan busana. Nah, uang yang tadinya buat resepsi dialihin ke tiga instrumen: saham Amerika, saham Indonesia, dan deposito. Tapi dia juga bilang, nikah mewah nggak salah kok, asal emang ada duitnya dan nggak maksain diri alias ngutang.

Emang sih, kalau sering scroll TikTok atau Instagram, saat ini banyak pasangan Gen Z yang nikah di KUA terus makan bareng keluarga aja. Emang jadi simpel, hemat, tapi tetep hangat dan berkesan. Nah kita bandingin kalau kamu mau acara nikah dengan resepsi sederhana di kafe dengan 50 undangan, biasanya pesannya buat 100 porsi (karena dikali dua). Rata-rata biaya catering di kafe sekitar Rp175 ribu per porsi, jadi totalnya Rp17,5 juta. Dekorasi dan pelaminan sederhana bisa Rp5 juta–Rp10 juta. Dokumentasi foto dan video (paket basic) Rp3 juta–Rp8 juta. Busana pengantin plus make-up Rp3 juta–Rp10 juta. Undangan, souvenir, dan hiburan kecil Rp1 juta–Rp5 juta. Biaya administrasi dan tak terduga Rp500 ribu–Rp2 juta. Totalnya? Ya sekitar Rp20 juta–Rp52 juta tergantung konsep dan kota. Itu baru versi intimate akad + resepsi kecil selama 3–4 jam.

Nah, kalau kamu mau yang agak “wah” dikit, siap-siap aja keluar lebih banyak. Misalnya undangan 150 orang, tapi tempat dan kateringnya terpisah. Sewa gedung aja bisa Rp50 juta–Rp150 juta tergantung lokasi. Catering 300 porsi (karena dikali dua) Rp150 ribu/pax, udah Rp45 juta sendiri. Kalau ditotal-total (langsung total aja ya biar nggak pusing) bisa tembus Rp140 juta sampai Rp285 juta. Tapi ya, nggak ada yang salah juga kalau semisal mau nikah adat atau resepsi besar-besaran. Namanya juga momen sekali seumur hidup, tiap orang punya impian masing-masing.

Yang penting, udah melek finansial dan tahu batas kemampuan masing-masing ya. Jangan sampe cuma karena pengen pesta megah, malah ujung-ujungnya ngutang ke sana-sini. Ingat, nikah itu bukan puncak, tapi awal dari perjalanan panjang bareng pasangan. Kalau dari awal aja udah stres mikirin utang, nanti bisa jadi sumber ribut terus. Mendingan bikin acara yang sederhana tapi tenang dan bahagia, daripada mewah tapi penuh tekanan. Karena yang penting bukan seberapa mahal pestanya, tapi seberapa kuat seorang pasangan berdua menghadapi hidup bareng ke depannya. Menurut anda gimana? Coba komen dibawah ya!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img