Keren! 477 Gereja Katolik di Indonesia Siapkan Tempat Istirahat Bagi Para Pemudik

Published:

Toleransi umat Kristen di Indonesia keren banget! Sebanyak 477 Gereja Katolik di Indonesia menyediakan tempat istirahat bagi para pemudik saat Lebaran 2026 nanti. Hal ini disampaikan Direktur Urusan Agama Katolik, Suparman. Suparman bilang, program ini bagian dari inisiatif Gereja Ramah Pemudik yang digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kemenag. Salman juga bilang program ini bekerja sama dengan gereja-gereja setempat.

Layanan singgah tersedia di gereja-gereja sepanjang jalur mudik. Termasuk Gereja Santa Theresia Liseux dan Stasi Santo Yoseph di Sumatera Selatan, serta Gereja Stasi Santo Lukas di Jambi. Di Sulawesi Utara dan Gorontalo, beberapa gereja juga siap menyambut pemudik untuk beristirahat. Suparman mengatakan program ini tidak hanya memberi kesempatan istirahat, tapi juga mempererat silaturahmi antarumat beragama. Pemudik yang singgah di gereja dapat beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan. Suparman berharap, fasilitas tersebut dapat menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Inisiatif ini menjadi wujud nyata toleransi serta solidaritas kemanusiaan dalam menyambut momen Idulfitri. Sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan di tengah umat Katolik yang juga sedang menjalankan ibadah Prapaskah,” tambahnya. Program ini juga tersebar di wilayah Jawa, Papua, Nusa Tenggara Barat, hingga Maluku, guna mendukung kelancaran perjalanan para pemudik.

Toleransi menjelang Lebaran nggak cuma kali ini aja. Misalnya atraksi barongsai yang berjoget lagu ”Marhaban ya Ramadhan”. Ada juga acara yang diselenggarakan Pemerintah DKI Jakarta bertajuk Transisi Perayaan Imlek menuju Ramadhan pada 17 Februari lalu. Ada pertunjukan barongsai serta pawai budaya seperti Tari Ratoh Jaroe, Randai, Rampak Bedug, dan Zapin Betawi. Ada juga Liong, tarian naga Tiongkok, serta nasyid, marawis, dan hadrah menyambut Ramadhan.

Fenomena seperti ini tentu jadi hal yang patut diapresiasi. Semangat toleransi seperti ini juga sudah terlihat sejak tahun-tahun sebelumnya. Pada Ramadan 2024 lalu, misalnya, Gereja Katedral Jakarta ikut membagikan takjil gratis kepada masyarakat di sekitar kawasan Pasar Baru. Tak hanya itu, di Yogyakarta, umat di Gereja Santo Antonius Kotabaru juga turun ke jalan untuk berbagi makanan berbuka kepada para pengendara. Kegiatan ini dilakukan menjelang waktu berbuka puasa sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan. Aksi sederhana ini justru menjadi simbol kuat bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling membantu.

Ini membuktikan bahwa toleransi di Indonesia bisa benar-benar luar biasa. Bukan hanya wacana, tapi nyata hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun di sisi lain, masih ada kasus pelarangan pembangunan rumah ibadah di beberapa daerah. Hal ini tentu bertolak belakang dengan semangat toleransi yang terus digaungkan. Padahal, kebebasan beribadah merupakan hak dasar setiap warga negara. Oleh karena itu, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan semua pihak mendapatkan perlindungan yang sama. Supaya toleransi tidak hanya hadir saat momen tertentu, tetapi menjadi nilai yang terus dijaga bersama. Yuk rawat terus keberagaman di Indonesia!

**KATEGORI: KEBERAGAMAN**

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img