Jakarta, PIS – Bestie PIS, Uni Emirat Arab makin keren ya! Negara kaya raya ini baru saja bangun komplek rumah Rumah Ibadah di tengah ibu kota Abu Dhabi. Namanya, Rumah Keluarga Abraham.
Rumah ini menjadi simbol kehadiran dan kerukunan umat beragama. Di komplek itu berdiri tiga tempat ibadah untuk umat Islam, Yahudi, dan Katolik. Ada Masjid Imam Al Tayeb, Gereja St Francis dan Sinagoga Moses Ben Maimon.
Ketiganya memiliki seni arsitektur yang kurang lebih sama. Dilengkapi dengan hiasan simbol-simbol keagamaan masing-masing. Kompleks ini tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah loh, Bestie PIS.
Tapi juga berbagai kegiatan yang menekankan pada dialog antar agama. Ada juga pusat budaya yang menunjukkan solidaritas dan saling menghormati. Arsitek bangunan, David Adjaye, berharap hubungan damai antar agama Kristen, Islam, dan Yahudi terus terwujud.
“Saya percaya arsitektur mampu menyatukan dunia yang kita tinggali, dunia toleransi, keterbukaan, dan kemajuan konstan,” kata David. Bestie PIS, Rumah Keluarga Abraham ini terinspirasi oleh Dokumen Persaudaraan Manusia.
Dokumen ini ditandatangani selama kunjungan Paus Fransiskus ke UEA pada 2019 lalu. Saat peresmian, Tokoh UEA, Abdullah Al Syeikh, bilang ketiga rumah ibadat ini merupakan langkah konkret dari Dokumen Persaudaraan Manusia.
Peresmian juga dihadiri oleh banyak pemimpin dari ketiga agama. Ada Prof Mohammed Al Mehrasawi dari Islam, Kardinal Miguel Ayuso dari Katolik, dan Rabbi Kepala Yehuda Sama dari Yahudi.
Mohammed Al Mehrasawi bilang rumah-rumah ibadat ini sangat penting sebagai simbol toleransi. Sementara Kardinal Miguel Ayuso bilang kehadiran 3 rumah ibadat adalah simbol persaudaraan.
Sedangkan Rabi Kepala, Yehuda Sama, bilang kehadiran tiga rumah ibadah itu sebagai wujud kerukunan umat beragama. Bestie PIS, semoga keberadaan Rumah Abraham ini bisa menginspirasi negara-negara lain. TOLERANSI ITU INDAH!



