Jakarta, PIS – Di bulan Ramadan ada aja kepala daerah yang bersikap berlebihan. Contohnya Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy. Dia ngaku marah ngeliat warung makan yang masih buka di siang hari. Dia lantas perintahin Satpol PP nertibin dan menindak para pemilik warung itu.
Kata dia, Pemkab Lombok Timur sebelumnya pernah ngeluarin surat edaran dan peraturan daerah (perda) terkait warung makan yang buka siang hari. Intinya, pemilik warung makan harus ngehargain umat Islam yang berpuasa dengan nggak berjualan siang hari. Sikap bupati itu jelas berlebihan.
Emang di bulan Ramadhan umat Islam diwajibin berpuasa. Tapi itu kan nggak berarti warung makan harus ditutup selama siang hari. Kalo ada yang terganggu dengan warung yang buka siang hari, dia mungkin perlu meninjau-ulang niatnya berpuasa. Puasa itu kan intinya menahan nafsu. Tapi yang ditahan nafsu sendiri, bukan nafsu orang lain.
Surat edaran dan perda itu pun bertentangan sikap Kementerian Agama (kemenag) dan MUI Pusat. Kemenag melarang razia warung makan sepanjang Ramadhan 2023. Sekjen MUI Pusat bahkan membolehkan warung makan buka siang hari. Mudah-mudahan nggak ada lagi kepala daerah dan aturan daerah yang berlebihan seperti di Lombok Timur.
Gimana pendapat kamu? Komen di bawah ya!



