Jakarta, PIS – Tahu dokter Boyke Dian Nugraha, kan? Dokter Boyke baru-baru ini mengajak para tokoh agama untuk mensosialisasikan bahayanya pernikahan dini. Dia bilang, pernikahan dini punya banyak dampak buruk, diantaranya stunting alias gagal tumbuh pada anak.
Ini diperkuat data WHO yang menyatakan faktor tertinggi stunting adalah meningkatnya angka pernikahan dini. Btw, pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang berumur di bawah 19 tahun.
Pasangan pernikahan dini itu belum punya pengetahuan yang cukup soal kehamilan dan pola asuh yang baik. Mereka juga masih butuh nutrisi yang cukup sampai umur 21 tahun. Kalau mereka sudah nikah di usia 15-16 tahun dan hamil, itu artinya mereka harus berbagi gizi dengan bayi di kandungannya.
Masalahnya, kalau asupan nutrisi mereka tidak cukup, bayi yang lahir bakal dalam kondisi berat badan lahir rendah dan beresiko tinggi kena stunting. Itu belum memperhitungkan kondisi psikologis pasangan pernikahan dini yang belum matang ya. Karena itu, dokter Boyke mengajak para tokoh agama ikut berperan mensosialisasikan bahayanya pernikahan dini.
Btw, angka pernikahan dini di Indonesia masih tinggi loh. Badan Pusat Statistik bilang persentase pernikahan dini di Indonesia naik pada dari 14,18% jadi 15,66% di antara tahun 2017 dan tahun 2018. UNICEF menyebut sampai 2023, jumlah pengantin anak di Indonesia mencapai 1,5 juta kasus.
Ini yang membuat Indonesia berada di peringkat ke-8 negara dengan pengantin anak terbanyak di dunia dan peringkat ke-2 di ASEAN menurut data UNICEF. Mudah-mudahan seruan dokter Boyke yang penting ini didengar para tokoh agama. Supaya kondisi memprihatinkan soal pernikahan dini di Indonesia ini bisa diperbaiki.
STOP PERNIKAHAN DINI!



