Keren, Warga NU Tampil di Acara Peresmian Gereja

Published:

Warga Nahdlatul Ulama (NU) Muara Enim, Sumatera Selatan, keren banget. Mereka ikut bersukacita dalam kegiatan peresmian Gereja Katolik Santo Yoseph di Muara Enim. Mereka bahkan ikut tampil dalam kegiatan itu.

Jadi, baru-baru ini Gereja Katolik Santo Yoseph diresmikan Plt Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah. Turut hadir juga petinggi kepolisian, pejabat publik, dan uskup dari berbagai keuskupan di Sumatera Selatan. Asal tahu aja, Gereja Santo Yosep dibangun pertama kali tahun 1928 oleh tokoh-tokoh Katolik yang bekerja sebagai pekerja tambang di Tanjung Enim.

Gereja Santo Yosep direnovasi pertama kali tahun 1993 sehingga bisa menampung sekitar 200 jemaat. Renovasi dilakukan lagi tahun 2020 untuk meningkatkan kapasitas gereja dan memperbaiki kondisi fisik bangunannya. Dalam pembangunannya, desain Gereja Santo Yosep memasukkan motif batik Kujur yang jadi ikon dari Tanjung Enim.

Yang menarik, dalam peresmian Gereja Santo Yosep ditampilkan beragam kesenian. Mulai dari paduan suara, seni tari dari Nias, dan mawaris. Video penampilan marawis yang dibawakan warga NU Muara Enim viral media sosial. Sambil diiringi alat musik khusus, para performer menyanyikan shalawat dan puji-pujian kepada Allah SWT.

Anehnya, nggak sedikit yang berkomentar negatif. Umumnya netizen yang berkomentar negatif itu berpandangan penampilan warga NU Muara Enim itu kira-kira semacam toleransi yang kebablasan. Hmmmm…

Apa yang dilakukan warga NU Muara Enim itu seharusnya kita apresiasi dan kita puji. Bayangin, mereka ikut bergembira dan bahkan ikut menyumbang penampilan di acara peresmian gereja. Itu kan perwujudan dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

Islam yang bisa hidup berdampingan dan menebarkan damai kepada siapapun, termasuk saudara yang berbeda agama. Dan mereka tampil dengan kesenian yang khas sambil membacakan shalawat dan pujia-pujian kepada Allah SWT. Seolah mereka tidak melupakan akar keagamaan yang mereka yakini.

Dan perlu diingat, warga NU Muara Enim itu tampil dalam kegiatan peresmian gereja, bukan kegiatan peribadatan. Mudah-mudahan toleransi yang ditunjukkan warga NU Muara Enim itu menginspirasi warga NU dan umat Islam lainnya.

Kita memang beda agama, tapi kita bersaudara!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img