Ketua MUI Tasikmalaya Dipecat Karena Hadir di Acara Ulang Tahun Panji Gumilang

Published:

MUI Jawa Barat ini lagi jadi sorotan. Soalnya,  MUI Jawa Barat tiba-tiba pecat Ketua MUI Kota Tasikmalaya, K.H. Ate Mushodiq Bahrum, dari jabatannya secara sepihak. Jadi, Kiai Ate hadir di acara ulang tahun Panji Gumilang di Pesantren Al Zaytun beberapa waktu lalu. Dia ngaku hadir sebagai peneliti bersama beberapa orang dari berbagai Lembaga untuk meneliti Al Zaytun. Kehadirannya terekam dalam video dan belakangan viral. Nggak berapa lama, dia diberhentiin Ketua MUI kota Tasikmalaya.

Kiai Ate nggak terima karena pemberhentiannya dirasa nggak etis dan dilakuin secara nggak hormat. Pemberhentiannya itu dilakuin tiba-tiba tanpa melalui proses tabayyun atau klarifikasi. Surat keputusan pemberhentiannya pun cuma lewat format PDF di Whatsapp yang dikirim di Whatsapp Group MUI Jawa Barat. Kiai Ate mempertanyakan surat keputusan itu, apa yang dilanggarnya dari Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yang disusun MUI Pusat. Dia bilang bakal legowo dengan pemberhentiannya kalau MUI Jawa Barat bisa ngejelasin secara rinci dasar surat keputusan itu. Tapi, kalau pemberhentiannya nggak sesuai, dia nggak akan mundur di sisa masa jabatannya.

Dia juga bilang, dia diangkat jadi Ketua MUI Tasikmalaya berdasarkan surat keputusan MUI Pusat yang ditandatangani KH Ma’ruf Amin. Kiai Ate juga nyinggung soal pengurus MUI Kota Tasikmalaya yang berkumpul dengan ormas Islam tanpa kehadirannya. Ketika itu, dia lagi ngehadirin undangan zikir bersama dari Presiden Jokowi. Padahal secara formal, forum seperti itu harus ada dasar undangan dari ketua. Menurutnya, pertemuan itu ilegal dan secara sengaja merupakan aksi kudeta untuk melengserkan dirinya.

Kasus Kiai Ate ini mirip seperti kasus, Sekretaris MUI Sukabumi Daden Sukendar beberapa bulan yang lalu. Dia juga diberhentiin secara sepihak setelah kehadirannya di lembaga Pendidikan milik kelompok Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Daden sendiri bahkan nggak tahu dia di nonaktifin. Apa yang dialami Kiai Ate dan Daden jelas memprihatinkan. Tokoh-tokoh yang terbuka dan mau membangun jembatan justru disingkirin dari posisinya di struktur MUI. Itu menunjukkan bahwa sebagian besar pengurus MUI seolah hidup dalam tempurungnya aja. MUI terbuka, Indonesia damai!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img