Beginilah kalau beragama dengan sempit. Baru berbeda pendapat aja sudah dicap non muslim. Itu terjadi pada salah satu host PIS, Egrasia Salsabila. Gara-garanya, dalam video yang dibawakan Egra itu, PIS mengkritik pernyataan penceramah Adi Hidayat yang bilang KPR haram. Tuduhan Egra sebagai non muslim itu sampaikan oleh sebuah akun anonim Tiktok, @Hedonpejabat. “Wanita non muslim ini mempertanyakan hukum kredit KPR,” ucapnya. Tak hanya menuduh Egra sebagai non Muslim, akun itu juga menuduh Egra melakukan aksi intoleransi.
Katanya, sebagai orang non Muslim Egra mencoba menggiring opini negatif terhadap salah satu hukum Islam yang bukan agamanya. Menurut akun itu, Egra mempertanyakan seolah hukum Islam di luar logika. Konten video PIS emang mengkritik pernyataan penceramah Adi Hidayat yang menganggap KPR haram. Karena dalam hal bunga bank, termasuk di dalamnya KPR, tidak semua ulama menganggapnya haram. Dalam konten itu juga disertakan pendapat seorang ulama dari Mesir yang berpandangan berbeda dengan Adi Hidayat. Gak sekedar dikritik, Egra juga mendapatkan doxing dari para pembela Adi Hidayat.
Media sosial pribadi dan teman dekatnya dihampiri oleh netizen untuk mencaci maki Egra. Lebih tidak beradab lagi, mereka juga mencaci maki kondisi fisik Egra. Btw ya para haters! Asal kalian tahu, Egra itu sama seperti kalian. Ia beragama Islam sejak lahir hingga saat ini. Jadi hal yang dilakukannya bukanlah aksi intoleransi, melainkan mengutarakan keresahan terhadap pernyataan penceramah yang mengharamkan KPR. Dan itu juga bukan pendapat pribadi Egra.
Konten itu dibuat melalui tahapan penetapan gagasan, penulisan dan editing naskah dan video tim Gerakan PIS. Jadi statement yang diungkapkan dalam video Gerakan PIS itu bukan pendapat Egra, tapi sikap Gerakan PIS. Jadi gak selayaknya, serangan itu ditujukan ke Egra. Apalagi sampai dengan menghina kondisi fisik. Yuk rasional dalam bersikap!


