Ulama Ini Mau Ganti Rezim di Indonesia

Published:

Ulama ini habis bebas dari penjara bukannya kapok, eh malah lanjut part 2. Dia bilang dia muak sama rezim di Indonesia. Karena itu, dia menyerukan untuk ganti rezim sekarang. Yang bilang begitu, HRS. Tahu dong inisial itu merujuk ke siapa. Jadi, ceramah HRS baru-baru ini dapat sorotan. Dia bilang muak sama tindakan rezim yang berlebihan. Dia bilang, banyak pihak yang nggak bersalah tapi dinilai penjahat atau dikriminalisasi. Dia pun cerita apa yang terjadi ketika Pilpres 2019.

Saat itu, banyak dari masyarakat yang nggak terima dengan hasil pilpres kemudian ikut demonstrasi. Sampai-sampai terjadi bentrok di depan kantor Bawaslu, Jakarta. HRS bilang demonstrasi itu bukan kejahatan. “Kalau berujung chaos sih urusan belakangan, jangan dituduh sebagai penjahat,” katanya. Tenaga kesehatan yang membantu demonstran secara medis, katanya, ditangkap karena dianggap sebagai penjahat. HRS kesal sama sikap aparat penegak hukum yang terlalu dini menuding orang sebagai penjahat, termasuk kasus yang menyangkut dirinya. “Saya sama Habib Hanif, cuma ngomong baik-baik saja dibilang penjahat juga,” katanya. Karena itulah, dia bilang negeri ini sudah kacau balau dan perlu diganti rezimnya dengan sosok pemimpin yang dianggap baik.

HRS ini kayaknya nggak belajar dari masa lalu ya. Dia seolah nggak sadar pernah tersangkut kasus hukum terus dipenjara. Juli lalu dia baru bebas secara bersyarat. Ketika itu dia cenderung diam dan nggak mengeluarkan ceramah-ceramah yang provokatif. Tapi sekarang, dia kayaknya balik ke tabiat aslinya. Ini mungkin ada kaitannya dengan Pilpres 2024. Dia nggak mau kehilangan panggung di pesta demokrasi lima tahunan itu. Yuk, lawan provokasi dan kebencian jelang Pilpres 2024!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img