Cuma Perkara Anak Gak Beli Es Krim, Orang Tua Caci Maki Guru

Published:

Miris banget deh sama apa yang dilakukan orang tua murid ini. Masa cuma gara-gara anaknya gak dibeliin eskrim, dia sampai harus caci maki guru anaknya? Kejadian ini menimpa Novi, salah satu guru di SDN di Indramayu. Jadi Novi ajak para muridnya buat berkunjung dan membeli produk ice cream yang lagi viral, yaitu Mixue. Ajakan itu pun diumumkan jauh-jauh hari, biar para murid mempersiapkan uang untuk membeli eskrim itu.

Nah ada salah satu murid, namanya Zavino, beberapa hari nggak masuk sekolah karena sakit. Kerena berpikir Zavino masih sakit, dia nggak ngasih tahu rencana kunjungan ke Mixue itu ke orang tuanya. Tapi ternyata Zavino masuk pas hari H kunjungan itu. Setelah sampai di kedai dan para murid membeli es krim, Novi melihat Zavino nggak membeli es krim seperti teman-temannya. Novi akhirnya bertanya ke Zavino, tentang alasan dia tidak membeli es krim. Zavino jawab, kalau dia baru saja sembuh dari sakitnya, Novi pun menyetujui keputusan si murid. Lalu Novi berfoto bersama dengan seluruh muridnya di kedai itu, dan mengirimkannya ke Whatsapp group yang berisikan kumpulan wali murid kelas itu.

Yani, ibu dari Zavino yang melihat anaknya sendirian nggak makan es krim langsung protes dan mempertanyakan kenapa hanya anaknya yang gak makan es krim. Yang jadi masalah, Novi cuma balas pertanyaan itu dengan jawaban “gak tau”. Orang tua Zavino pun marah dengan jawaban itu. Entah sakit hati atau kenapa, Novi malah keluar dari grup Whatsapp itu. Emosi Yani pun semakin menjadi-jadi, diapun akhirnya viralin kejadian itu di Facebook. Di Facebook Yani bilang Novi gak punya empati dan hati nurani. Katanya Novi tega biarin anaknya sendirian nontonin teman-temannya makan es krim. Kalau masalahnya di uang, ya tinggal bayarin aja dulu, nanti bisa minta ganti ke orang tua, ucapnya.

Postingan itupun viral dan mengundang hujatan netizen kepada Novi. Jengah dengan hujatan itu, Novi akhirnya klarifikasi di tiktok, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah klarifikasi itu, Yani minta maaf dan keduanya pun berdamai. Pada intinya sih, masalahnya cuma bersumber kesalahpahaman ya. Ini bisa jadi pelajaran nih bagi kita semua, biar nggak gampang viralin sesuatu yang belum jelas kebenarannya.

Buat guru, penting juga bagi kita untuk bisa membangun komunikasi yang lebih baik lagi dengan orang tua. Yuk kerjasama mendidik anak-anak kita!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img