Politik kotor dengan menggunakan hoaks lagi-lagi terjadi. Dan kembali, yang jadi korbannya adalah keluarga Presiden Jokowi. Jadi, dalam beberapa hari ini beredar sebuah e-books yang mengatasnamakan Tirto dan Kurawal. E-book itu berjudul “Melenggangkan Dinasti Jokowi, Lupakan Netralitas Korbankan Rekan Sejawat”. Dalam judul e-book itu terdapat tulisan “operasi khusus awas pati, purnawirawan dan sesama bhayangkara”.
Di cover-nya ada wajah Presiden Jokowi, Kaesang, Gibran, Prabowo dan Kapolri jenderal Listyo Sigit sedang bersalaman. Ada juga wajah-wajah Wabareskrim Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Kadiv TIK, Irjen Pol Slamet Uliandi. E-book itu menjelaskan dugaan ketidaknetralan Polri dalam Pemilu 2024 untuk memenangkan salah satu Capres. Redaksi Tirto membantah kalau mereka menerbitkan e-book itu, demikian juga Kurawal. Memang, pada 2020 mereka mengaku pernah bekerjasama membuat liputan mendalam tentang keluarga Presiden Jokowi.’ Namun e-book yang beredar sekarang berbeda sama sekali dengan e-book yang mereka buat.
Tirto juga menjelaskan dari sisi timeline konten e-book tersebut juga tidak logis. E-book itu tayang pada 13 Oktober, padahal deklarasi Gibran jadi Cawapres Prabowo dilakukan pada 24 Oktober 2023. Wakil Direktur Kurawal, Donny Ardyanto, memastikan e-book bukan produk Kurawal dan Tirto. Menurutnya pembuat e-book sengaja mencantumkan nama Tirto dan Kuwaral. Tidak hanya itu, mereka juga berusaha membuat setting dan lay out yang sama seperti e-book yang pernah dibuat mereka. Menjelang Pemilu 2024 ini emang kita harus lebih selektif menyerap informasi. Karena selalu saja ada orang yang berlaku culas dan menghalalkan segala cara demi meraih kemanangan.
Kita yang waras, yuk tinggalkan cara-cara itu.


