Penolakan warga Aceh pada pengungsi Rohingya bikin heboh dunia. Penolakan ini sampai disorot media-media internasional, diantaranya kantor berita yang berbasis di Qatar, Al Jazeera. Al Jazeera ngasih judul yang lumayan pedas ‘Pantai yang tidak ramah’. Media ini bilang kalau masyarakat Aceh awalnya menerima pengungsi Rohingya ini dengan penuh kehangatan. Tapi belakangan muncul gelombang penolakan. Bahkan, Al Jazeera juga bilang masyarakat Aceh nggak memberikan perlindungan kepada pengungsi Rohingya yang datang.
Dikit info ya! sejak November lalu, gelombang pengungsi Rohingya memang terus berdatangan ke Aceh. Sampai sekarang sudah ada sekitar 8 gelombang kedatangan dengan jumlah hampir mencapai 2000 pengungsi. Nah, pengungsi asal Myanmar ini datang dari pengungsian camp Cox’s Bazar yang ada di Bangladesh. Salah satu pengungsi, Yasmin, bilang dia ingin keluar dari kamp pengungsian di Bangladesh karena situasi yang terus memburuk. Di sana kelompok-kelompok kriminal sering bertikai untuk memperebutkan kekuasaan.
Bahkan, mereka juga memalak para pengungsi. Kalau pengungsi menolak, nyawa mereka jadi taruhannya.
Nah, di tengah hebohnya penolakan terhadap pengungsi Rohingya, pernyataan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, bikin heboh. Dia sesumbar akan menampung seluruh pengungsi Rohingnya kalau pemerintah nggak sanggup.
“Jika pemerintah tidak sanggup, umumkan. Biar saya bisa segera menampungnya,” katanya pada Kamis lalu. Pernyataan Usman ini dapat beragam komentar dari warganet. Banyak netizen yang nggak setuju dengan pernyataan Usman tersebut. Soal penolakan warga Aceh pada pengungsi Rohingya ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Sebelumnya, banyak sekali pengungsi Rohingya yang terlibat aksi kriminal dan juga nggak berperilaku sesuai adat masyarakat setempat. Pengungsi Rohingya ini sudah jadi perhatian dunia karena situasi krisis kemanusiaan yang mereka alami di Myanmar. Mereka jadi korban kekerasan, pengusiran, diskriminasi, dan persekusi oleh rezim Myanmar.
Semoga pengungsi Rohingnya segera mendapat solusi ya. Solidaritas kita untuk pengungsi Rohingya!


