Akankah jika Geert Wilders terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) Belanda akan menutup semua masjid di Belanda? Saat ini pertanyaan itu menjadi pertanyaan sekaligus kekhawatiran banyak orang, terutama kalangan Islam dan pro demokrasi. Pertanyaan itu muncul setelah Dutch Freedom Party (PVV) pimpinan Geert Wilders memenangkan pemilu Belanda. Otomatis kemenangan itu membuka peluang Wilders terpilih menjadi PM Belanda. Bukan tanpa alasan kekhawatiran itu muncul.
Wilders memang dikenal sebagai politisi sayap kanan yang gencar mengkampanyekan anti Islam. Saat kampanye pemilu kemarin dia berjanji akan menutup semua masjid di Belanda. Nggak cuma itu, dia juga berjanji akan melarang Al-Quran dan penggunaan jilbab di ruang publik di Belanda. Tak sekedar dia sampaikan dalam janji kampanyenya, janji penutupan masjid itu juga tercantum dalam manifesto seruan “deIslamisasi” Belanda. Wilders bilang, semua langkah dalam usulannya itu demi menyelamatkan uang negara sebesar 7,2 miliar Euro.
“PVV memerangi Islam dan ingin menutup perbatasan Uni Eropa demi menyelamatkan miliaran dana,” ucapnya.
Rencana Wilders tentu saja dikritik sejumlah pihak, salah satunya dari Pemimpin Christian Democratic Appeal, Sybrand van Haersma Buma.
”Benar-benar aneh,” ucap Buma.
Gagasan ini kata Buma akan mempolarisasi masyarakat Belanda. Kampanye anti Islam Wilders terkait anti Islam sudah lama berlangsung. Karena aktivitasnya beberapa kali Wilders dibawa ke pengadilan atas tuduhan menghasut kebencian. Tapi banyak kalangan sanksi keinginan Wilders akan terlaksana. Wilders sendiri, dalam rangka mendapat dukungan agar dirinya bisa menjadi PM Belanda telah menganulir itu. Dia katakan, dirinya akan mematuhi hukum konstitusi Belanda yang menjamin kebebasan beragama dan berekspresi.
Hmmm dasar politisi! Tapi ada baiknya juga sih kalau niat menutup masjid itu dia urungkan.
Yuk ciptakan perdamaian, hormati hak beragama setiap orang!


