Apa Pantas Rame-rame Mengaji Keras-keras di Dalam Pesawat Terbang?

Published:

Membaca al-Quran mungkin memang perbuatan baik. Tapi kalau itu dilakukan beramai-ramai di dalam pesawat terbang, padahal tidak semua penumpangnya beragama Islam, apakah memang pantas? Saat ini sedang viral di media sosial video sekelompok umat Islam mengaji bareng-bareng dengan kencang di dalam pesawat. Terlihat dalam video orang-orang berpakaian islami melantunkan bacaan al-Quran secara bersama-sama. Ada yang terlihat berdiri di antara penumpang.

Memang dalam pesawat itu didominasi oleh orang-orang berpeci Islam. Kemungkinan mereka adalah orang-orang yang akan melakukan ibadah umroh. Tapi di antara mereka terlihat beberapa orang yang jelas bukan bagian dari jamaah mereka. Bahkan, terlihat salah satunya sedang istirahat. Tanpa memperdulikan orang yang bukan jamaah mereka yang mungkin merasa terganggu, orang-orang itu tetap melantunkan ayat-ayat al-Quran dengan kencang.

Video itupun mendapat banyak tanggapan dari warganet. Ada yang pro, tapi lebih banyak yang kontra. “Emang kenapa? Kan lagi berdoa agar selamat sampai tujuan, salahnya dimana?” tulis warganet yang pro. “Itu ngaji juga sebelum berangkat, bukan dalam keadaan lepas landas,” tulis yang lainnya lagi. “Mohon maaf itu kan fasilitas umum, bukannya adabnya harus mengecilkan suara ya? Dikira pesawat milik sesepuhnya kali,” tulis warganet yang kontra. “Itulah mengapa nabi mengajarkan kepada kita untuk beradab terlebih dahulu sebelum berilmu,” sindir seorang warganet. “Beribadah itu juga harus memakai akal,” tulis warganet yang lainnya lagi.

Yang kontra bukan saja menuliskan komentarnya melalui kolom komentar, beberapa bahkan dengan membuat video, yang menjelaskan kenapa tindakan itu tidak pantas dilakukan. Salah satunya dilakukan oleh ustad muda bernama Agus Khorul Huda, melalui akun Tiktoknya @nasehat_uda. Agus menjelaskan, bahwa berbuat baik juga harus disesuaikan dengan tempatnya. Tidak semua kebaikan menjadi kebaikan kalau dilakukan di tempat yang salah. “Banyak perkara yang baik kemudian tidak jadi baik hanya karena tempatnya tidak cocok,” ucap Agus.

Agus kemudian memberi contoh saat orang menjadi imam shalat. Menurut Agus, membaca al-Quran panjang banget itu bagus. Tapi kalau dilakukan saat dia menjadi imam shalat itu tidak tepat. Justru katanya, itu bisa menjadi fitnah. Hal itu kata Agus pernah diingatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Saat itu, seorang yang bernama Mu’adz bin Jabal menjadi imam shalat. Ternyata dia membaca ayat al-Quran dengan berpanjang-panjang. Nabi pun kemudian memegang baju Mu’adz sambil berkata: Apakah kamu ini tukang fitnah wahai Mu’adz?

Nah menurut Agus, perilaku orang-orang yang di pesawat itu sama dengan apa yang dilakukan Mu’adz. Bagus saja mereka melantunkan ayat-ayat al-Quran, tapi pertanyaannya apakah di dalam pesawat itu semuanya beragama Islam, dan rela mendengarkan itu? Kalaupun semuanya Islam, apakah orang itu ridho? Menurut Agus prinsip dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang Islam adalah apakah perbuatan kita menyakiti orang lain atau tidak. Karena itu adalah pesan yang selalu disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. “Sesungguhnya kalian itu menyembah pada satu Tuhan yang sama, maka janganlah kamu menyakiti satu dengan yang lain,” kata Agus, mengutip sebuah hadits Nabi. Yukk beragama dengan bijak!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img