Bahar Bin Smith Provokasi Umat Sweeping Tempat Hiburan Malam

Published:

Bahar bin Smith ini emang nggak pernah kapok jadi tukang kompor ya. Dia sengaja menggunakan pengaruhnya untuk mengasut pengikutnya melawan hukum dan menampilkan wajah Islam yang nggak beradab.

Baru-baru ini di media sosial rame karena videonya yang memprovokasi umat sweeping hiburan malam di bulan Ramadhan ini. Video ini di-repost ulang oleh beberapa akun Instagram seperti @babelaninfo.id dan @ruangbibircom. Di video itu, ada jemaatnya yang bertanya: “Bib, di Bekasi hiburan malam dibuka bulan Ramadhan. Gimana bib? Kita lawan?” Anehnya, tanpa mikir panjang, Bahar langsung mengiyakan opini itu. “Lawan! Kita sikat”, ucapnya. “Ramadan apa setahun cuma 30 hari atau 29 hari tutup. Kok malah buka? Enak aja. Nggak ada urusan”, lanjutnya.

Habis itu, ada jemaat lain yang tanya soal kronologi sweeping yang dilakukannya di Cafe De Most, di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada tahun 2012. “Nah itu, Cafe De Most gara-gara masih buka bulan Ramadhan, ya gara-gara itu ana hancurin tuh kafenya. 2012 sampai anak masuk penjara itu”, jawab Bahar. Bahar lalu lanjutin, aksi yang dilakukannya di tahun 2012 bisa terulang jika pemerintah tidak tegas melarang tempat hiburan atau restoran untuk tutup. “Makanya kalau di Bekasi, wali kota Bekasi itu, dia memperbolehkan, kita lawan. Ane yang bakal lawan. Kita ajak semua orang-orang di Bekasi tuh”, lanjutnya.

Fyi, video ini sebenernya belum jelas dibuat dan disebar kapan dan di mana. Tapi kita nggak bisa menutup mata, narasi kekerasan dan sweeping oleh kubu Bahar bukan hal baru. Kalau ditarik ke belakang, tahun 2012 memang ada peristiwa nyata. Pada 29 Juli 2012, di bulan Ramadan, Bahar bin Smith memimpin sekitar 150 orang dari ormas Majelis Pembela Rasulullah melakukan sweeping di Cafe De Most. Alasannya karena kafe tersebut buka saat Ramadan dan menjual minuman beralkohol. Aksi itu berujung pengrusakan, pemukulan pegawai, dugaan membawa senjata tajam, bahkan melibatkan anak di bawah umur. Peristiwa itu pun berujung dengan penangkapan Bahar sebagai tersangka. Polisi juga menangkap sekitar 60 orang massa setelah sweeping, bukan di lokasi kafe, tapi saat konvoi menuju lokasi lain. Fakta ini penting: ini bukan cerita versi medsos, tapi kejadian hukum yang terdokumentasi.

Dan kalau kita jujur, ini juga bukan satu-satunya kasus. Dalam perjalanan hidupnya, Habib Bahar beberapa kali berhadapan dengan hukum. Dari kasus penganiayaan berat terhadap remaja pada 2018–2019, kasus ceramah yang dinilai menyiarkan kabar tidak pasti pada 2021, sampai dugaan kekerasan terhadap anggota Banser di 2025–2026. Polanya kelihatan: kekerasan, ceramah kontroversial, lalu proses hukum yang gak bikin Bahar jera.

Kami di Gerakan PIS sangat menyayangkan provokasi yang mengarah pada ajakan kekerasan dan sweeping semacam ini. Menghancurkan kafe atau restoran, meski dibungkus dalih moral atau agama, tetaplah kekerasan dan pelanggaran hukum. Penegakan aturan bukan mandat warga atau ormas, melainkan tanggung jawab negara. Lagipula, Ramadan sejatinya adalah ruang ibadah dan pengendalian diri, bukan ruang pemaksaan. Puasa mengajarkan kita menahan lapar, emosi, dan ego, bukan melampiaskannya ke orang lain. Menjaga kesakralan Ramadan juga tidak identik dengan menutup ruang hidup orang lain, apalagi lewat ancaman dan perusakan.

Kita juga perlu berpikir panjang soal dampak dari sweeping ilegal seperti ini. Dalam praktiknya, sweeping hampir selalu paling dulu menghantam kelompok rentan: pekerja harian, pegawai kafe, kelompok minoritas, mereka yang posisinya paling lemah dalam struktur sosial. Yang mereka rasakan bukan “nasihat moral”, tapi rasa takut dan kehilangan penghasilan. Ironisnya, banyak dari mereka juga beragama Islam, saudara kita sendiri yang sama-sama sedang berjuang menjalani hidup di bulan Ramadan.

Bagi kami di PIS, Ramadan dijaga dengan keteladanan, empati, dan dialog. Bukan dengan perusakan atau ajakan “kita lawan”. Karena saat kekerasan dinormalisasi, yang rusak bukan hanya tempat usaha, tapi rasa aman kita bersama. Yuk, beragama dengan akal sehat.

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img