Jakarta, PIS – Bagaimana sebaiknya sikap kaum beragama terhadap kelompok LGBT Pertanyaan ini penting diajukan di tengah menguatnya narasi negatif terhadap kelompok LGBT. Bagi sebagian kaum beragama, kelompok LGBT adalah para pendosa yang tidak terampuni.
Sikap yang sering ditunjukkan adalah menolak kelompok LGBT mentah-mentah, bahkan mempersekusinya. Tapi, apakah itu sikap satu-satunya kaum beragama terhadap kelompok LGBT? Rasanya sih tidak. Kalau kita berkaca pada sikap Paus Fransiskus, kita akan menemukan sikap yang berbeda.
Bagi Paus, semua manusia adalah ciptaan Tuhan yang memiliki martabat. Karena itu, semua manusia harus dihormati dan diperlakukan baik. Makanya, Paus sering menyatakan perlunya gereja menyambut dan mencintai semua orang, terlepas orientasi seksualnya.
“Jika seorang gay mencari Tuhan dan memiliki niat baik, lalu siapalah saya untuk menghakiminya?” kata Paus. Sikap merendah yang luar biasa dari Imam umat Katolik se-dunia ya.
Sikap Paus yang sama bisa kita temukan ketika dia membalas surat yang dilayangkan Pastor James Martin pada Mei lalu. Pastor James adalah Imam Jesuit yang juga melayani umat Katolik dari kelompok LGBT.
Pastor James meminta Paus menjawab tiga pertanyaan yang sering ditanyakan umat Katolik dari kelompok LGBT dan keluarganya. Salah satunya, apa hal terpenting yang harus diketahui kelompok LGBT tentang Tuhan.
Paus mengatakan Tuhan adalah bapa yang tidak mengingkari anak-anaknya. “Gaya Tuhan adalah kedekatan, belas kasih, dan kelembutan,” tulis Paus. Menyejukkan ya. Apa yang saya tampilkan di sini memang hanya sikap Paus Fransiskus.
Tapi sikap positif dan kebaikan ini rasanya bisa dipetik oleh umat agama manapun. Mudah-mudahan semakin banyak pemuka agama yang positif terhadap kelompok LGBT.


