Biasanya Semangat Serang Jokowi, Sekarang Tifa Nangis Minta Ampun

Published:

Pembenci Pak Jokowi ini emang pantes disebut drama queen. Selama ini getol menyerang Pak Jokowi, eh sekarang mendadak nangis di depan publik. Namanya Tifauzia Tyassuma, yang dikenal dengan nama Tifa. Dia menangis di TV. Dia bilang siap masuk penjara. FYI, Tifa ini selama bertahun-tahun obsesif banget nyerang Pak Jokowi.

Mulai dari bilang ijazah Pak Jokowi palsu, sampai nulis opini-opini liar yang nggak bisa dipertanggungjawabkan. Sekarang, setelah dilaporkan balik karena fitnah soal ijazah Pak Jokowi, eh dia malah nanya: “Kenapa Pak Jokowi mau penjarain saya?” Lah, emang boleh ya nyebar fitnah seenaknya, tapi giliran dituntut nangis-nangis. Padahal sebelumnya dia tampil seolah seperti pejuang. Terus-terusan bilang “rakyat berhak tahu soal ijazah Pak Jokowi”. Penjelasan UGM, kampus tempat Pak Jokowi kuliah, yang berkali-kali bilang ijazah Pak Jokowi asli dia anggap omong kosong. Dan dia tetap terus ulang fitnahnya itu.

Sekarang dia tiba-tiba main drama air mata. Katanya dia siap ditahan, tapi sambil nitip pesan ke ayah Gibran. “Kenapa Pak Jokowi mau penjarain saya?” Mba Tifa, maaf ya. Indonesia ini negara hukum, bukan negeri sinetron. Drama tangis mba itu tuh udah mirip sinetron “Azab Penebar Fitnah yang Tidak Tobat Sampai Akhir Hayat.” Katanya dia hanya minta ditunjukkin selembar ijazah asli.

Padahal ijazah Pak Jokowi sudah diverifikasi penyelenggara pemilu untuk keperluan pencalonan. Mulai dari KPU Surakarta, KPU Jakarta, sampai KPU pusat. UGM juga udah klarifikasi ijazah Pak Jokowi asli. Terakhir Bareskrim Polri juga udah bilang ijazah Pak Jokowi asli. Tapi gimana ya, kalau udah benci, fakta dan penjelasan dari lembaga kredibel jadi nggak penting. Yang penting bikin narasi ngawur. Yang penting dapat likes. Yang penting jadi trending.

Dan sekarang dia playing victim. Memelas “saya cuma rakyat biasa yang mencari kejujuran”. Tapi narasinya nyerang martabat orang tanpa bukti. Dia juga bawa-bawa nilai kemanusiaan. Lucunya, pas nyerang Pak Jokowi dari tahun ke tahun, nilai kemanusiaan itu dia buang ke tong sampah. Begitu disomasi, tiba-tiba ngaku-ngaku “dizalimi”. Padahal semua proses hukum yang lagi berjalan saat ini justru untuk menjawab pertanyaannya sendiri: “Mana buktinya?” Ya ini buktinya: proses hukum jalan biar pengadilan yang memutuskan.

Dia juga bilang siap pakai baju oranye. Lah, kalau siap, kenapa pake nangis? Atau air mata itu strategi biar narik simpati netizen? Mengecam Tifa bukan soal kita ini pendukung Pak Jokowi atau bukan pendukung Pak Jokowi. Tapi soal menjaga kewarasan publik dalam beropini. Sekali lagi: kritik itu penting. Tapi fitnah itu kejahatan.

Kalau Tifa yakin dengan apa disampaikannya selama ini, ya buktikan aja di pengadilan. Tapi kalau dia terbukti nyebarin fitnah, ya dia harus tanggung jawab. Jangan main drama. Nggak usah pake sandiwara. Publik udah cape, publik udah muak. Yuk, jadi warga yang patuh hukum!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img