Chef Juna Bantah Ada Rasisme di Master Chef Indonesia

Published:

Tahu Master Chef Indonesia kan? Program tv itu belakangan ini jadi bahan pembicaraan karena terjerat isu rasisme. Chef Juna, salah satu juri, tegasin kalau isu rasisme itu nggak benar. Itu disampaikannya dalam podcast dengan YouTuber Roy Janson Radio. Master Chef, kata Juna, bukan acara yang sudah disetting situasi dan kondisinya. Termasuk dalam memenangkan kontestan tertentu. Juri, katanya, nggak pernah didikte untuk memenangkan atau mempulangkan para kontestan. Jadi, apa yang ditampilkan kepada publik itulah situasi dan kondisi yang sebenarnya.

Tiga juri hanya bertugas untuk menilai makanan, bukan menilai latar belakang para kontestan. Isu rasisme yang menyeret Master Chef, katanya, sudah muncul sejak lama. Tepatnya, saat season 7 berlangsung. Saat itu mulai ada omongan, secara nggak sadar, yang menang sejak season 1 selalu kontestan yang beretnis Cina. Sampai grandfinal saat season 7, kedua finalis juga berasal dari etnis Cina. Tapi menurut Juna, gurauan itu cuma sebatas bercandaan. ⁠Tapi gurauan itu malah dianggap serius oleh netizen.

⁠Netizen buat spekulasi sendiri kalau hasil itu dipengaruhi sama pemilik channel RCTI yang juga beretnis Cina. Sambil tertawa, Juna bilang kalau yang punya RCTI bahkan nggak ngurusin hal sepele seperti itu. Jadi pemenang atau runner up, katanya, nggak jamin mereka bakalan sukses diterima di restoran atau hotel bintang lima.

Semoga apa yang disampaikan Chef Juna bisa menjernihkan apa yang sebenarnya terjadi. Sekaligus membantah adanya isu rasisme di Master Chef. Kalau kontestan kamu yang bukan etnis Cina kalah, nggak perlu lah cari yang nggak masuk akal. Apalagi menuduh ada diskriminasi berdasarkan ras.

Yuk, proporsional dalam bersikap!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img