GAGAL LAUNCHING BUKU DI UGM, DR TIFA BILANG UGM PENGECUT!

Published:

Dr Tifa bilang Universitas Gadjah Mada (UGM) itu pengecut gara-gara buku yang dibuat Roy Suryo cs nggak dikasih launching di UGM. Wah, serius? Ucapan ini muncul dalam cuplikan video akun TikTok @fufufaafa0 tanggal 19 Agustus.

Di video itu, Dr Tifa bilang kalau bulan Agustus 2025 buku asli mereka udah resmi terbit. Trus dia nyindir, mereka bakal challenge semua kampus di Indonesia. “Berani nggak mereka bedah buku bersama kami? Nanti kita akan challenge” kata Dr Tifa.

Bahkan, setelah tanggal 27 Agustus, katanya mereka bakal keliling kampus-kampus. Tujuannya? Buat ngetes universitas mana yang masih takut sama Pak Jokowi. “Universitas mana yang punya kepengecutan yang sama dengan Universitas Gajah Mada” katanya. “Sudah mantan presiden, kita sedang pertanyakan ijazahnya, sudah mengkriminalisasi orang yang tidak bersalah, masih ditakuti. Itu kepengecutan di level apa gitu” lanjutnya geram. Dr Tifa juga bilang mereka bakal kirim surat resmi ke kampus-kampus buat ngajak bedah buku.

Hadeehh, capek deh. FYI, Roy Suryo cs baru aja meluncurin buku Jokowi’s White Paper tanggal 18 Agustus kemarin. Buku ini, klaim mereka sih, hasil kajian “ilmiah” yang nyimpulin kalau ijazah Presiden Jokowi patut diragukan.

Rencana awalnya, buku ini mau soft launching di UC Hotel UGM. Tapi pihak kampus ngebatalin acara itu. Juru bicara UGM, Dr I Made Andi Arsana, bilang ada dua alasan: prosedural sama politis. Waktu pesen ruang Nusantara UC Hotel, panitia bilang acaranya “Konferensi Pers Tokoh Nasional Hadiah Kemerdekaan RI ke-80”. UGM pun proses secara normal, minta detail acara, bahkan udah ada transfer uang muka. Eh ternyata, acara sebenernya peluncuran buku Jokowi’s White Paper. Itu dianggap nggak sesuai info awal alias melanggar aturan prosedur.

Selain itu, UGM juga anggap acara itu nuansanya politis banget, nyerempet isu Presiden Jokowi. Karena UGM pengen netral dan nggak mau jadi panggung politik, akhirnya acara batal difasilitasi. Nah, setelah batal di UGM, Roy Suryo cs jadi mainin narasi seakan mereka dibungkam, ditekan, bahkan ada aparat yang ikut campur. Lalu Dr Tifa nambah bumbu, bilang UGM pengecut.

Tapi jujur aja, pernyataan model begitu emang “menjual”. Mereka bikin kesan seolah-olah kekuasaan lagi menindas kebenaran, sementara mereka tampil jadi pahlawan di warung kopi. Padahal sih itu cuma omong kosong. Penolakan UGM jelas bukan bentuk pembungkaman, apalagi pengecut, tapi tanggung jawab kampus. Kampus itu ruang akademik, bukan arena politisasi. Kalau sampai dikasih panggung, besok-besok Roy cs bakal mengklaim UGM dukung gerakan mereka. Jadi jelas, UGM tegas jaga netralitas.

Roy CS aja yang emang doyannya mendramatisasi. Sudahlah, Dr Tifa… makin gembar-gembor kayak gini malah kelihatan panik. Yuk proporsional dalam bersikap!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img