GILA! 9 YOUTUBER INI PANEN CUAN GEGARA MENYERANG JOKOWI

Published:

Sembilan YouTuber ini panen cuan dari konten yang terus-terusan menyerang Pak Jokowi di kanal masing-masing. Range pendapatan mereka berkisar puluhan juta sampai 1 miliar per bulan. Info ini diungkap sama akun tiktok @budiboga1, 18 Oktober lalu. Dalam videonya, dia jelasin satu-satu siapa aja YouTuber yang cuannya gila-gilaan dari isu “ijazah palsu Jokowi”.

Pertama, ada Refly Harun. Channel-nya hampir tiap hari bahas Pak Jokowi. Kadang muncul sendiri, kadang undang tokoh-tokoh yang juga anti-Jokowi. Menurut data Social Blade, selama 30 hari terakhir, channel Refly tembus 17 juta views! Estimasi pendapatannya antara $4.300 – $69K alias Rp71 juta sampai Rp1,1 miliar per bulan!

Kedua, Hersubeno Point. Channel ini juga rajin banget bahas isu politik panas, terutama soal Pak Jokowi dan istana. Dalam 30 hari terakhir, views-nya 14 juta kali! Estimasi cuannya antara $3,400 – $639K, alias Rp56 juta sampai Rp10,5 miliar per bulan.

Ketiga, Abraham Samad Speak Up. Total views-nya 3,5 juta kali dalam sebulan. Pendapatannya diperkirakan $882 – $14K, alias Rp14 juta sampai Rp232 juta per bulan. Keempat, Langkah Update. Channel ini dapet 8,8 juta views dalam sebulan. Estimasi cuannya $2,2K – $35K, alias sekitar Rp36 juta sampai Rp580 juta per bulan.

Kelima, Sentana TV, yang hampir tiap hari bahas Pak Jokowi. Dapet 4,7 juta views per bulan, dengan cuan $1,2K – $19K, alias Rp19,8 juta – Rp315 juta. Keenam, Balige Academy milik Rismon Sianipar. Channel ini punya 2,3 juta views per bulan. Estimasi penghasilannya $566 – $9K, alias Rp9 juta sampai Rp149 juta.

Ketujuh, Bambang Widjojanto. Channel-nya dapet 1,4 juta views sebulan. Estimasi pendapatannya diperkirakan $362 – $5,8K, alias Rp6 juta – Rp96 juta per bulan. Kedelapan, Seword TV. Dulunya pro Pak Jokowi, tapi sekarang malah sering nyerang. Dalam 30 hari, views-nya 5,6 juta kali. Estimasi pendapatannya $1,4K – $22K, alias Rp23 juta – Rp364 juta perbulan.

Kesembilan, Forum Keadilan TV. Channel ini sering banget nampilin narasumber yang kontra Pak Jokowi. Dalam 30 hari terakhir, dapet 13 juta views! Estimasi pendapatannya diperkirakan $3,2K – $51K, alias Rp53 juta – Rp845 juta per bulan.

Netizen pun rame banget di kolom komentar. “Apa ini yang dinamakan gak nyenggol Jokowi gak makan?” tulis seorang netizen. “Secara gak langsung mereka ngemis-ngemis ke Pak de” tulis netizen lain. “Oh baru ngerti saya, pantes click bait terus judulnya” tulis yang lain.

Nah, dari sini keliatan kan, semakin sering nyerang Pak Jokowi, makin gede duit yang ngalir. Karena gini mekanismenya: YouTuber yang udah punya 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang bisa ikut program AdSense. Artinya, YouTube bakal nampilin iklan di videonya, dan pembuat konten dapet bayaran dari tiap 1.000 tayangan (CPM atau Cost Per Mille). Nilainya bisa Rp10 ribu – Rp70 ribu per 1.000 tayangan, tergantung topik dan negara penonton.

Nah, konten yang provokatif atau nyerang tokoh besar kayak Pak Jokowi biasanya gampang viral. Orang penasaran, marah, debat, dan makin banyak yang nonton. Itu bikin algoritma YouTube makin sayang sama channel mereka, karena yaa rame. Akhirnya, makin banyak view, makin gede juga cuan dari iklan. Jadi, lama-lama fokusnya bukan lagi soal kritik politik, tapi soal algoritma dan rekening. Semakin “panas” judulnya, semakin deras uang yang mengalir ke kantong mereka.

Efek samping dari outrage industry ini berbahaya banget. Publik jadi susah bedain konten yang benar-benar berisi kritik dan konten yang sekedar menjual clickbait, bahkan menyebarkan disinformasi. Akibatnya konten di dunia digital makin penuh kebencian dan polarisasi. Juga menurunkan kualitas debat publik. Sebagai netizen, kita harus lebih teliti dan lebih kritis dalam memilah informasi’. Jangan gampang silau sama konten yang sekilas terlihat idealis dan pengen mengedukasi publik. Padahal di balik konten itu, si kreator lagi manfaatin emosi kita sebagai komoditas supaya menghasilkan klik, views, dan Dollar. Yuk. jadi netizen yang cerdas!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img