Hanya Karena Banyak Menerima Tamu, Pak Jokowi Dituduh Jadi Matahari Kembar

Published:

Kasihan banget deh Pak Jokowi, hanya karena banyak menerima tamu saat lebaran eh dituduh jadi matahari kembar di pemerintahan. Karena itu, katanya Pak Jokowi disaranin buat ngebatesin kegiatan kemasyarakatannya. Salah satunya itu disampein oleh Pemimpin Redaksi IDNTimes, Uni Lubis. Ini dia sampein di kanal Youtube IDN Times, di program PoV Times, 22 April lalu. Setelah sejumlah menteri berkunjung ke rumah pak Jokowi. Uni juga menyorot adanya dua orang menteri yang menyebut Pak Jokowi bos. “Saran dari kami, kita di IDN Time, sebaiknya benar-benar Pak Jokowi itu mengurangi sebanyak mungkin tamu,” ucap Uni.

Menurutnya, orang gak akan menampik tawaran ke rumah Jokowi jika diiming-iming kegiatan berbagi dan aktivitas lain. “Kamu juga pasti pengen ngerasain masakannya chef Arnold, datang ke situ ikut ngantri”, ucapnya ke host. Uni juga bandingin gaya pensiun Presiden ke-7 Jokowi dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, dua presiden sebelumnya gak ngundang persepsi negatif karena perbedaan attitude. Attitude yang dimaksud, karena Jokowi memilih cawe-cawe dalam pencalonan Gibran sebagai wakil presiden di Pemilu kemarin. Ditambah lagi, banyak kabar kalau Jokowi ingin membentuk Partai Super Terbuka (Tbk).

Menurut Uni, kalau aktivitas seperti ini dibiarkan, maka wajar aja kalau masyarakat memandang negatif. Seolah-olah Pak Jokowi emang masih pengen eksis dan ikut campur urusan pemerintahan. “Jadi tidak heran kalau istilah matahari kembar ini muncul”, ucapnya. Dia juga bilang, Prabowo harus nunjukin kalau keputusan pemerintah bener-bener independen, tanpa bayang-bayang presiden sebelumnya. “Tidak tersandera dengan apa yang dikhawatirkan oleh banyak pihak kalau Pak Prabowo masih dalam pengaruh presiden ke-7, Pak Jokowi”, lanjutnya.

Tanggepin soal isu ‘matahari kembar’, Pak Jokowi sendiri nanggepinnya santai aja sih. “Mataharinya ya cuma satu”, ucapnya menyasar pada kepemimpinan Prabowo saat ini. Senada sama Jokowi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Jubir Presiden, Prasetyo Hadi juga bantah isu ini. Menurutnya, momen pertemuan menteri KBM dengan Jokowi cuma sebatas silaturahmi yang wajar dilakukan pada masa Lebaran. “Jangan kemudian diasosiasikan ini ada menteri yang silaturahmi kepada Pak Jokowi, kemudian dianggap ada matahari kembar, jangan begitu,” ucapnya.

Duh, momen lebaran aja kok ditanggepin lebay gini ya? Padahal silaturahmi di saat lebaran udah jadi tradisi yang erat banget buat siapapun. Kan biasa, orang datang ke rumah orang tua, guru, senior, termasuk mantan presiden. Dan harus diakui juga, kedatangan menteri, tokoh masyarakat, bahkan perwira muda Polri ke rumah Jokowi itu nunjukin kalau beliau masih dihormati. Kedatangan banyak warga nunjukin kalau Jokowi masih dicintai dan dihargai oleh masyarakat.

Dalam sistem demokrasi, mantan presiden itu tetap bagian dari lanskap sosial-politik. Kehadirannya justru bisa jadi jembatan komunikasi antara generasi dan kubu yang berbeda. Jadi aneh kalau kita minta Jokowi narik diri total dari publik. Tapi ya emang, gak usahlah para menteri menyebut Pak Jokowi bos. Namun kita juga perlu lebih bijak menilai peristiwa itu. Jangan semua momen dimaknai sebagai manuver politik. Yuk bijak dalam bersikap!

Artikel Terkait

Terbaru

spot_img