Ternyata nggak cuma manusia loh yang bisa stres, tapi hewan juga. Menyadari hal itu, pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menutup kunjungan pada Selasa, 2 Januari lalu. Sebenarnya sih, menutup kunjungan untuk memberikan waktu istirahat kepada para hewan di TMR memang biasa dilakukan. Tapi biasanya, penutupan dilakukan pada hari Senin pada setiap pekannya. Tapi karena hari Senin pekan kemarin adalah hari libur tahun baru, maka penutupan ditunda sehari, menjadi hari Selasa.
Nah agar pengunduran waktu istirahat tidak berdampak bagi para hewan, pengelola kemudian memberikan perhatian khusus kepada para hewan.
Seperti: memberikan vitamin penguat daya tahan tubuh pada para hewan. Pengelola juga menambah fasilitas media permainan bagi satwa di masing-masing kandang. Selain itu, para dokter hewan dan perawat tetap berjaga, untuk memastikan kesehatan dan kondisi satwa tetap optimal. Upaya itu bisa dibilang berhasil ya. Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) TMR, Wahyudi Bambang bilang walaupun sudah buka dua pekan penuh, para hewan tetap dalam kondisi sehat.
Btw, pemberlakuan ini tidak dilakukan semerta-merta begitu aja ya. Bambang bilang, ketentuan ini mengacu pada Pergub No. 7 tahun 2014. Dalam aturan itu tertulis, kalau libur nasionalnya jatuh pada hari Senin, maka libur satwa akan diundur menjadi keesokan harinya. Selain itu, penutupan ini juga dipengaruhi oleh animo pengunjung yang sangat tinggi pada libur nataru ini. Pada tanggal 24 Desember 2023 lalu aja, ada lebih dari 92 ribu pengunjung. Lalu pada 1 Januari lalu, juga ada lebih dari 90 ribu pengunjung yang memadati kawasan margasatwa itu. Kita salut sama pengelola yang telah berusaha memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dengan tetap merawat para hewannya. Semoga saja langkah ini bisa membuat semua hewan lindung di TMR tetap sehat dan terjaga populasinya.
Hewannya sehat, pengunjung TMR puas!


