Cristiano Ronaldo absen pada Liga Champions Asia di Iran karena takut ancaman dicambuk? Jadi, klub sepakbola Al-Nassr akan bertandang melawan Esteghlal FC di Teheran, Iran, pada 11 Maret nanti. Al-Nassr adalah klub yang diperkuat Ronaldo beberapa tahun terakhir yang berkandang di Riyadh, Arab Saudi. Rumor ancaman Ronaldo dicambuk di Iran pertama kali diangkat media Spanyol, Marca. Dikatakan, Al-Nassr sengaja nggak membawa Ronaldo ke Iran karena khawatir bakal ada hukuman yang menunggunya. Tapi rumor ini nggak berdasar dan tanpa konfirmasi resmi Al-Nassr.
Menurut media Sportsmax, absennya Ronaldo lebih karena alasan kesehatan. Dia lagi mengalami kelelahan otot, makanya diputuskan untuk nggak main dulu, katanya. Pertanyaannya, kenapa Ronaldo dapat ancaman dicambuk? Apa masalahnya? Rumor ini sebenernya udah tersebar sejak tahun 2023. Ketika itu Ronaldo berkunjung ke Iran untuk memperkuat Al-Nassr melawan Persepolis FC di Teheran pada Liga Champions Asia, September 2023. Di sana, dia ketemu Fatemeh Hammami, seniman perempuan yang berkarya dengan kakinya akibat mengalami kelumpuhan hampir 80%. Fatemeh diketahui mengagumi Ronaldo sejak kecil.
Sebagai bentuk apresiasi, Fatemeh memberikan Ronaldo lukisan wajah Ronaldo karyanya sendiri. Ronaldo yang terharu, spontan memeluk dan mencium kepala Fatemeh. Sejak itu beredar kabar Ronaldo dituntut ke pengadilan Iran karena memeluk dan mencium Fatemeh. FYI, di Iran ada aturan ketat soal interaksi laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim. Gestur Ronaldo itu dianggap melanggar aturan terkait klausul perzinahan. Karena tuntutan itu, Ronaldo dikatakan bakal menerima hukuman cambuk 99 kali kalau balik ke Iran.
Kedutaan Besar Iran di Madrid membantah kabar ini pada Oktober 2023 lalu. Mereka bilang nggak ada putusan pengadilan yang menyatakan Ronaldo bersalah, apalagi sampai dihukum. Bahkan, interaksi Ronaldo dengan Fatemeh justru dipuji sebagai bentuk apresiasi terhadap penggemarnya. Warga Iran dan pihak berwenang menerimanya dengan baik, kata Kedutaan Besar Iran di Madrid. Fatemeh juga ikut mengomentari berita itu. Menurutnya, ada pengacara pengangguran di balik tuntutan itu. “Kabar bohong membuatku amat sedih dan geram. Aku sangat gembira bertemu Cristiano dan memberinya lukisan-lukisanku,” kata Fatemeh. “Dia merangkulku dengan afeksi dan kasih sayang,” lanjutnya.
Jadi, jelas ya absennya Ronaldo melawan Esteghlal bukan karena takut ancaman dicambuk. Tapi, karena faktor kebugaran. Walaupun ancaman cambuk ini udah dibantah, tapi isu ini tetap jadi sorotan dunia. Soalnya, hukuman fisik semacam ini jelas melanggar hak asasi manusia. Apalagi jika digunakan kelompok konservatif di Iran untuk mengontrol ekspresi dan interaksi sosial. Karena itu, banyak pihak menekan pemerintah Iran agar menghentikan praktik hukuman primitif itu.
Dalam kasus Ronaldo ini, Fatemeh merasa Ronaldo nggak berniat buruk kepadanya dengan pelukan dan ciuman itu. Fatemeh justru merasa gestur Ronaldo itu atas nama cinta kasih dan persaudaraan. Harusnya, apresiasi dan penghormatan seperti ini nggak pantas dikriminalisasi. Sayangnya, kelompok konservatif di Iran nggak melihat hal positif itu. Karena kelompok konservatif juga, perempuan dikekang di Iran. Mahsa Amini tewas setelah ditahan polisi moral Iran karena jilbabnya dianggap nggak sesuai dengan aturan pada September 2022. Akibat tewasnya Amini, gelombang demonstrasi berlangsung selama beberapa bulan di Iran. Warga dan aktivis semakin muak dengan aturan di Iran yang sangat konservatif. Yuk, lawan aturan yang nggak masuk akal!


